BERBAGI
Beberapa pengujung dan tukang becak melintas di jalan Kawasan Kota Lama . Odi/serat.id

Sedang menjajaki kerja sama dengan PT Damri, PGN dan PTP untuk menyiapkan lahan parkir baru di kota lama

Serat.id – Pemkot Semarang nenyikapi masukan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo agar kawasan kota lama Semarang bebas dari kendaraan. Kawasan tersebut hanya bisa dilintasi sepeda dan pejalan kaki, dengan menyiapkan lahan  parkir.

“Kami meminta kelonggaran agar lahan kosong yang ada bisa dijadikan lahan parkir dengan pengelolaan mereka sendiri,” ujar Ketua BPK2L, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Senin 19 Agustus 2019.

Baca juga : Kota Lama Semarang Akan Pelajari Presentasi Kota Sawahlunto

Pegiat Sejarah Minta Pemkot Perhatikan Sumur Tua di Kota Lama

Ia mengaku saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan PT Damri, PGN dan PTP untuk menyiapkan lahan parkir baru di kota lama. Sedangkan Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) akan melakukan percobaan Car Free Night yang berlokasi di Jalan Letjend Suprapto Semarang.

“Beberapa kantong parkir di Kota Lama sudah tersedia, seperti di Jalan Sendowo, Garuda, Branjangan dan sekitat area Taman Srigunting,” kata Ita, panggilan akrab Hevearita.

Kesiapan lahan parkir yang mencukupi harus terpenuhi  jika kawasan kota lama benar-benar dibebaskan dari kendaraan. Ita juga menyebut akan mengajukan CSR kepada BUMN untuk mobil golf listrik yang rencananya digunakan sebagai alat transportasi di kawasan tersebut.

Sedangkan revitalisasi kota lama sesuai dari keputusan kementrian PU PR akan berlanjut hingga April 2020 yang sini memasuki lelang pekerjaan tahap kedua.

“Jika sesuai jadwal sebelumnya harusnya selesai Desember 2019. Namun ternyata dari kementrian PU PR menginginkan pekerjaan dengan tahun jamak yang selesai April 2020,” katanya.  (*) ODI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here