BERBAGI
Iustrasi alat tambang, pixabay.com

Serat.id – Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah, mengakui selama ini masih banyak aksi pencurian hasil tambang. Hal itu menjadi alasan pemeirntah Jateng mendesak kesadaran penambang agar mengurus izin.

“Mengingat masih banyak pencurian hasil tambang di wilayah Jawa Tengah yang dilakukan terutama di wilayah pembangunan industri,” kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto, Selasa 20 Agustus 2019.

Baca juga : Masyarakat Watuputih dirikan Posko Pemantauan Pelanggaran Penambangan

Penambangan Pasir Besi dilaporkan ke Reskrimsus Polda Jateng

Hari Bumi, Aktivis Soroti Kerusakan Lingkungan di Jateng

Menurut Sujarwanto, tingginya pencurian barang tambang dibuktikan terdapat banyaknya barang bukti yang disita seperti 4 Beghu yang selama ini digunakan untuk menambang secara ilegal dari lokasi tambang.

“Itu kami temukan di beberapa titik lokasi rawan tambang illegal yang berada berada di wilayah pembangunan industri,” kata Sujarwanto menambahkan.

Sejumlah lokasi tambang ilegal itu sudah didata yang dihimpun itu berada di  Kendal, Batang, Pemalang, selain itu juga tambang pasir berada di daerah di Wonosobo, Klaten Boyolali, Kabupaten Magelang, dan Banjarnegara. Sedangkan untuk pertambangan legal atau berizin sekitar 267 titik terebar di Jawa Tengah.

Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah minta kesadaran penambang agar mengurus izin tambang untuk memudahkan pembinaan.

Sedangkan upaya pembinaan selama ini dilakukan dengan cara memberikan penilaian yang memiliki tolok ukur serta mengarahkan dan membenahi sistem penambangan yang ada. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here