BERBAGI
Para pekerja PT Sarana Pariwara yang didampingi oleh LBH Semarang, mendatangi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan wilayah Kota Semarang, ist/serat.id

“Mengakibatkan para pekerja yang telah memasuki usia pensiun dan meninggal dunia mengalami kesulitan mendapatkan haknya atas jaminan sosial ketenagakerjaan,”

Serat.id – PT Sarana Pariwara telah menunggak iuran jaminan sosial ketenagakerjaan pekerjanya sejak lebih dari satu tahun  lalu. Hal itu menjadi alasan para pekerjanya yang didampingi oleh LBH Semarang, mendatangi Kantor  Cabang BPJS Ketenagakerjaan wilayah Kota Semarang, mendesak agar BPJS Ketenagakerjaan menagih tunggakan itu.

“Tunggakan tersebut mengakibatkan para pekerja yang telah memasuki usia pensiun dan meninggal dunia mengalami kesulitan mendapatkan haknya atas jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata pendamping pekerja PT Sarana Pariwara, Herdin Pardjoangan, Rabu, 21 Agustus 2019.

baca juga : Ini Alasan Penyapu Jalanan Kota Semarang Laporkan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah.

Pekerja Media Harian Wawasan Layangkan Permohonan Bipartit

Peringatan Hari Buruh, Pekerja Media Suarakan Tuntutannya

.Herdin yang juga pegiat LBH Semarang mengatakan telah minta agar perusahaan segera menyelesaikan tunggakan. Selain itu BPJS Ketenagakerjaan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja untuk segera menyelesaikan persoalan  tunggakan itu.

Persoalan ini sudah berlarut-larut karena telah berlangsung kurang lebih 1 tahun, akibatnya para pekerja serta ahli waris pekerja terhambat untuk mendapatkan haknya atas Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“BPJS Ketenagakerjaan harus mengambil sikap tegas terkait persoalan ini, karena BPJS Ketenagakerjaan memiliki kewenangan menagih dan merekomendasikan pelanggaran tersebut pada Disnakertrans Propinsi Jateng,” kata Herdin menegaskan.

Kepala Bidang kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Semarang, Dolik Yulianto, mengatakan lembaganya sudah berupaya menagih ke PT Sarana Pariwara agar hak-hak pekerja tidak dirugikan.

“Sudah saya kejar untuk waktu penyelesaiannya katanya sudah sampai owner, dan kami diminta menunggu, saya minta bulan agustus ini sdh selesai,”  kata Dolik.

Menurut dia perusahaan sudah audiensi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dan berinisitif untuk menyelesaikan permasalahan itu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here