BERBAGI
Pegiat seni Teater Emperan Kampus (Emka), Fakultas Ilmu Budaya Univeritas Diponegoro saat menggelar apresiasi seni dan diskusi yang bertajuk “Harmony in Culture”, Dimitri/serat.id

Serat.id – Teater Emperan Kampus (Emka), Fakultas Ilmu Budaya Univeritas Diponegoro menggelar apresiasi seni dan diskusi bertajuk “Harmony in Culture”. Dalam kegiatan yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa itu fokus untuk membahas eksistensi kesenian di lingkup Undip.

“FIB seharusnya memiliki ciri khas dan menjadi pelopor dalam melestarikan kesenian,” ujar ketua penyelenggaraan acara itu, Shyahnaz Azzara,  usai gelaran diskusi di halaman FIB Undip, pada Jumat malam, 23 Agustus 2019.

Baca juga : Wilayah Bekas Perang Ini Menjadi Kampung Seni dan Budaya 

17 Seniman Bandung Pameran di Semarang Art Gallery

Ini sejumlah agenda Pazaarseni 2018

Menurut Shyahnaz penyelenggaraan kegiatan itu untuk meningkatkan semangat kebersamaan sekaligus membangkitkan kembali gairah pelaku seni di Undip yang mulai memudar. Hal ini dinilai penting saat banyak pelaku seni yang tidak memiliki ruang untuk mengekspresikan karyanya.

Ia berharap agar mahasiswa dapat terus menjadi pelopor dalam melestariakn seni dan budaya bangsa.

“Semoga menjadi pemantik bagi mahasiswa agar kembali menggalakan kesenian di kampus, khususnya FIB”, katanya.

Salah satu peserta kegiatan apresiasi seni, Aldo Juan, mengaku dapat lebih mengenal pelaku seni yang ada di lingkungan kampus. Ia yang juga tergabung dalam komunitas Wadah Musik Sastra, berharap dapat berkolaborasi dengan komunitas seni lain yang ada di lingkup kampus.

“Harus lebih sering diskusi bersama, agar para pelaku seni dapat bersinergi  dan berkarya bersama”, kata Aldo.

Tercatat, selain diskusi acara itu juga menghadirkan penampilan dari beberapa komunitas seni antara lain Wadah Musik Sastra,  Paduan Suara GBA, Kesenian Gambang Semarang, Unity Dance, dan Himpunan Mahasiswa “Kawan”. Tak tertinggal pembacaan puisi, mural, serta pameran lukisan dan foto ikut meramaikan acara yang digelar pegiat kebudayaan kampus itu. (*) DIMITRI JANITRA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here