BERBAGI
Seminar tentang Ecopreneurship di Balai Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen Kota Semarang, Sabtu 24 Agustus 2019. foto/Ist

Untuk pemberdayaan ekonomi warga sekaligus menjadi solusi menjaga keberlangsungan masa depan bumi.

Serat.id – Sejumlah perempuan di Kecamatan Mijen Kota Semarang diajak menjalankan bisnis dengan memanfaatkan bahan yang ramah lingkungan. Pengembangan wirausaha dengan pemanfaatan bahan ramah lingkungan menjadi penting untuk terus dikembangkan, selain bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi warga, sekaligus menjadi solusi menjaga keberlangsungan masa depan bumi.

“Pengembangan wirausaha dengan pemanfaatan bahan – bahan ramah lingkungan menjadi penting untuk terus dikembangkan,” kata penemu olahan limbah kulit pisang untuk kripik, Linda Indiyarti Putri, saat Seminar tentang Ecopreneurship di Balai Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen Kota Semarang, Sabtu 24 Agustus 2019.

Baca juga : Makanan Dari Kulit Pisang dan Singkong Karya Dosen Unwahas

Nikmatnya Kue Keranjang Bungkus Daun Pisang

Linda yang juga dosen Unwahas Semarang, menyebutkan istilah ecopreneurship mungkin asing bagi perempuan ibu rumah tangga, namun sebenarnya istilah ini sangat dekat, karena ecopreneurship berarti berwirausaha dengan tetap menjaga keselamatan lingkungan.

“Sedangkan era kekinian masyarakat dituntut untuk terus melakukan inovasi dan berkreasi agar dapat survive. Metode ecopreneurship mengajarkan kita untuk berwirausaha sekaligus mengkampanyekan cinta lingkungan” kata Linda menjelaskan.

Linda memaparkan salah satu temuan penelitiannya dalam bidang ecopreneurship dengan temuan pengolahan limbah kulit pisang menjadi bahan pangan yang memiliki nilai jual. Ia menjelaskan keberhasilan “menyulap” kulit pisang yang biasanya dibuang menjadi keripik yang enak, renyah, dan ramah lingkungan.

“Dan ini sebenarnya mudah dilakukan oleh para ibu rumah tangga sebagai usaha sampingan,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here