BERBAGI
Nashrur Rohim, wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) Islam UIN Walisongo, foto/ist

Kuliah sambil bekerja menjadi loper koran

Serat.id –  Nashrur Rohim, wisudawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) Islam UIN Walisongo angkatan 2011 menjadi wisudawan inspiratif di kampusnya.  Nashrur kuliah sambil bekerja menjadi loper koran, sehingga  memperoleh penghargaan sebagai Wisudawan Paling Inspiratif.

“Selain itu, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,90, ia tercatat masuk dalam 15 wisudawan dengan IPK tertinggi paralel FEBI,” kata Nashrur Rohim.

Baca juga : Syamsul Maarif Guru Besar Baru Bidang Ilmu Pendidikan Islam UIN Walisongo

KMKS UIN Walisongo Ajak Warga Dukuh Krajan Kabupaten Kudus Manfaatkan Eceng…

Nashrur lahir di Demak pada 11 Desember 1997, saat kecil sudah ditinggal seorang ayah, dan hanya dengan ibu serta keempat saudaranya yang telah menikah. Kondisi itu ia memaksa ia harus berusaha membiayai kebutuhannya sendiri.

Sebelumnya biaya kuliah sudah dibantu oleh saudara-saudaranya, namun ia tidak ingin menggantungkan semua kebutuhan hidup kepada keluarganya. Ia pun memilih untuk kuliah sambil bekerja menjadi loper koran di salah satu media massa di Semarang.

“Motivasinya pasti untuk memenuhi kebutuhan, pasti itu pertama. Terus saya pikir itu pekerjaannya tidak terlalu berat. Kerjanya hanya beberapa jam,” kata Nashrur mengisahkan.

Mahasiswa jurusan D3 Perbankan Syariah ini menjadi loper koran sejak 2016 dengan gaji berkisar Rp 600 ribuan. Setiap harinya, mulai pukul 05.00  hingga  06.30 ia berkeliling mengantar koran ke berbagai kelurahan di Semarang. Biasanya ia mengantar koran ke daerah Wonodri, MT. Haryono, Barito, jalan Majapahit, Soekarno Hatta dan di Kelurahan Penggaron.

Kerja yang dilakoni saat pagi berkeliling kelurahan tak jarang membuatnya telat masuk kuliah. “Pernah pas di semester awal yang kuliahnya jam 06.10 atau tidak yang jam 07.00,” kata Nashrur menambahkan.

Mendekati akhir kuliahnya, ia memutuskan berhenti menjadi loper koran dan fokus mengerjakan tugas akhir dan kini, ia telah berhasil lulus dan menyelsaikan studinya. Pria sederhana itu mengatakan tidak muluk-muluk dengan mimppi masa depan. Nashrur menyatakan apapun pekerjaannya nanti akan dijalani nanti asalkan dia bisa produktif.

“Yang pasti harus produktif. Soalnya buat Ibu juga, Ibu sama aku,” katanya.

Tak hanya sibuk kuliah dan bekerja, Nashrur juga mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Bisnis (KOBI). Berbagai kesibukannya itu telah membuatnya belajar tentang kerja keras dan manajemen waktu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here