BERBAGI
Meratakan bangunan untuk normalisasi Banjir Kanal Timur Foto: Ody

7.800 lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang bantaran BKT dari Jembatan Majapahit hingga Jembatan Kaligawe sudah dituntaskan dalam waktu beberapa tahun terakhir.

Serat.id– Tercatat ada sekitar 8.500 bangunan bakal terkena dampak normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT), mayoritas bangunan itu merupakan hunian rumah. Sedangkan sebanyak 7.800 lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang bantaran BKT dari Jembatan Majapahit hingga Jembatan Kaligawe sudah dituntaskan dalam waktu beberapa tahun terakhir.

“Tujuannya untuk melancarkan mega proyek normalisasi BKT,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang, Fajar Purwoto, Senin, 2 September 2019.

Berita terkait : Kios Usaha di Barito Mulai dirobohkan Satpol PP Semarang

Normalisasi KBT, Komnas HAM : Masyarakat tidak boleh dikurangi haknya

Normalisasi KBT, Komnas HAM : Masyarakat tidak boleh dikurangi haknya

Fajar mengaku sudah mendata bangunan di sepanjang bantaran BKT dari Jembatan Majapahit hingga Pucang Gading yang jumlahnya sekiar 8.500 bangunan. Sedankan Senin siang tadi Satpol PP Kota Semarang meratakan sebanyak 97 bangunan liar pedagang kaki lima (PKL) di area Kelurahan Bugangan dan Rejosari.

 “Berkat dukungan masyarakat dan media pembongkaran BKT sepanjang 6,7 kilometer telah selesai tanpa ada halangan yang berarti,” ujar Fajar menambahkan.

Sedangkan langkah lain Satpol mensosialisasikan rencana pembongkaran hunian di sepanjang bantaran BKT dari Jembatan Majapahit hingga Pucang Gading yang rencananya akan dilakukan sekitar 2021 hingga 2022.

Tercatat normalisasi BKT sepanjang sekitar 18 kilometer sudah selesai 6,7 kilometer. Sisanya ada 11,4 kilometer yang harus diselesaikan tahun depan. (*) ODY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here