BERBAGI
Jamur tiram , Ist/serat.id

Kondisi panas suhu menyebabkan jamur tiram tidak tumbuh normal sehingga kerdil bahkan sebagian mati

Serat.id – Produksi jamur tiram di Kabupaten batang menurun Hingga 50 Persen akibat musim kemarau panjang yang melanda daerah setempat. Hal itu dirasakan Muhammad Furqon, seorang petani budidaya jamur di Desa Wates, Kecamatan Wonotunggal.

“Kondisi panasnya suhu menyebabkan jamur tiram tidak tumbuh normal sehingga kerdil bahkan sebagian mati karena suhu yang panas,” kata Furqon, Kamis 12 September 2019.

Baca juga : Musim Kemarau Berpotensi Picu Monyet Keluar Habitat

Juli-Agustus Kota Semarang Masuki Puncak Kemarau 

Kualitas Air Memburuk, Ratusan Ikan di Waduk Kedung Ombo Mati

Forqon menyebutkan kondisi itu disebabkan suhu udara selama musim kemarau semakin panas. Sedangkan jika suhu normal produksi jamur miliknya bisa menghasilkan 20 kilogram sampai 25 kilogram per hari.

“Cukup drastis turunnya sampai 50 persen, di musim kemarau ini paling hanya 10 kilogram,” ujar Furqon menambahkan.

Saat musim kemarau ini ia harus berjuang ekstra dari segi perawatannya dibanding musim hujan. Jamur yang ia pelihara selalu disiram sehari 2 kali  agar hasilnya bagus. Hal itu berbeda jika musim hujan karena curah air dan suhu stabil membuat jamur lebih cepat tumbuh. “Karena saat musim hujan suhunya mendukung,” katanya. (*)

Serat.id – Produksi jamur tiram di Kabupaten batang menurun Hingga 50 Persen akibat musim kemarau panjang yang melanda daerah setempat. Hal itu dirasakan Muhammad Furqon, seorang petani budidaya jamur di Desa Wates, Kecamatan Wonotunggal.

“Kondisi panasnya suhu menyebabkan jamur tiram tidak tumbuh normal sehingga kerdil bahkan sebagian mati karena suhu yang panas,” kata Furqon, Kamis 12 September 2019.

Forqon menyebutkan kondisi itu disebabkan suhu udara selama musim kemarau semakin panas. Sedangkan jika suhu normal produksi jamur miliknya bisa menghasilkan 20 kilogram sampai 25 kilogram per hari.

“Cukup drastis turunnya sampai 50 persen, di musim kemarau ini paling hanya 10 kilogram,” ujar Furqon menambahkan.

Saat musim kemarau ini ia harus berjuang ekstra dari segi perawatannya dibanding musim hujan. Jamur yang ia pelihara selalu disiram sehari 2 kali  agar hasilnya bagus. Hal itu berbeda jika musim hujan karena curah air dan suhu stabil membuat jamur lebih cepat tumbuh. “Karena saat musim hujan suhunya mendukung,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here