BERBAGI
Rencana Bangunan Gereja Baptis Tlogosari Indonesia di Jalan Malangsari Raya Nomor 83, Rt 6 RW VII, Kelurahan Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan, Semarang Timur, gereja ini menuai protes.

“Kami menilai FKUB Kota Semarang sesat tafsir dalam memaknai kalimat dukungan masyarakat setempat yang dimaknai lingkungan RW,”

Serat.id – Lembaga bantuan hukuk (LBH)  Semarang mengadukan dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh FKUB Kota Semarang. Tindakan maladministrasi itu berupa memorandum yang dikeluarkan FKUB Kota Semarang kepada Walikota Semarang terkait permohonan rekomendasi pendirian rumah ibadat Jemaat Gereja Baptis Indonesia di kawasan Tlogosari.

“Dalam permohonan rekomendasi ini pihak GBI Tlogosari telah memenuhi persyaratan sesuai Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor 9 dan nomor 8 tahun 2006,” kata direktur LBH semarang, Zaenal Abidin, kepada serat.id senin 23 September 2019.

Berita terkait : Polemik Penolakan Pendirian Gereja Baptis Indonesia di Tlogosari

Polemik Pendirian Gereja di Tlogosari, Menanti Respon Pemkot Semarang 

Walikota Semarang Selesaikan Polemik GBI Tlogosari

Menurut Zaenal, peraturan bersama menteri itu tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat.

“Sedangkan GBI Tlogosari mendapatkan 84 tanda tangan persetujuan dari warga Kelurahan Tlogosari Kulon, yang artinya bahwa pihak GBI Tlogosari telah melampaui persyaratan persetujuan masyarakat setempat yang hanya disyaratkan 60 tanda tangan,” kata Zaenal menambakan.

Namun FKUB Kota Semarang menolak memberikan rekomendasi rumah ibadat GBI Tlogosari yang telah memenuhi ketentuan yang diatur dalam  peraturan bersama meneteri tersebut. Melalui memorandumnya FKUB berdalih belum bisa memberikan rekomendasi karena menganggap GBI Tlogosari tidak memenuhi persyaratan administratif.

FKUB Kota Semarang menganggap tidak sah tanda tangan yang dikumpulkan pihak GBI Tlogosari sebagai syarat formil pendirian rumah ibadat dengan dalil bahwa warga pendukung berasal dari RW 8 Kelurahan Tlogosari, sementara rumah ibadah berada di RW 7 Kelurahan Tlogosari.

“Kami menilai FKUB Kota Semarang sesat tafsir dalam memaknai kalimat dukungan masyarakat setempat yang dimaknai lingkungan RW. Seharusnya dukungan masyarakat setempat diartikan dalam lingkup kelurahan sebagai wilayah administratif terkecil di Indonesia,” kata zaenal menjelaskan.

Tercatat FKUB Kota Semarang tidak hanya menolak untuk memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadat. Lembaga itu juga memberi saran kepada Pemerintah Kota Semarang agar memfasilitasi lokasi pembangunan rumah ibadat untuk umat GBI Tlogosari.

Hal ini tentu menjadi preseden buruk dalam pemenuhan hak umat beragama kedepan, dengan memindahkan lokasi rumah ibadah, menandakan FKUB Kota Semarang tidak mampu mewujudkan kerukunan sejati antar umat beragama. FKUB hanya mewujudkan kerukunan semu dengan menghambat akses umat beragama dalam manjalankan peribadatan.

“YLBHI-LBH Semarang menilai sikap FKUB Kota Semarang bentuk maladministrasi, yang menjadikan terhambatnya jemaat GBI Tlogosasi dalam mengakses hak atas kemerdekaan beragama dan berkeyakinan,” katanya.

Pegiat HAM Kota Semarang menyayangkan sikap FKUB Kota Semarang yang menganggap Gereja Baptis Indonesia (GBI) Tlogosari belum memenuhi syarat administratif.

Ketua FKUB Kota Semarang  Mustamaji, mengatakan tafsir dukungan masyarakat di Peraturan Bersama Menteri nomor  9 dan 8 tahun 2006 melalui memorandumnya,  hanya lingkungan RW.

“Tafsir iru berdasarkan pleno di FKUB demi kemaslahatan bersama,” kata Mustamaji.

Ia menyampaikan pada audiensi perselisihan rumah ibadah dengan Walikota Hendrar Prihadi di Balaikota,   pada  Hari Rabu (18/9) siang

.

Mustamaji mengaku rekomendasi yang dikeluarkan lembaganya diklaim demi kemaslahatan bersama. “Melalui rekomendasi itu, kita semua akan mendapatkan kemaslahatan bersama. Tidak usah diperpanjang urusannya,” katanya. (*) FADLI RAIS (MAGANG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here