BERBAGI
Aksi Demontrasi Mahasiswa Semarang, 24 Sepetember 2019, Dwi Larasati/serat.id

kurang empat jam mereka diputar putar di jalan, kemudian justru berada tahu-tahu telah berada di rest area 228 posisi di jalur ke arah Semarang.

Serat.id – Kericuhan nyaris terjadi rest area Tol 228 Kanci – Pejagan, saat ratusan mahasiswa asal Kota Semarang  kesal karena merasa ditipu oleh pengemudi bus yang mereka sewa. Kekecewaan itu memuncak karena lebih kurang empat jam mereka diputar putar di jalan, kemudian justru berada tahu-tahu telah berada di rest area 228 posisi di jalur ke arah Semarang.

“Mahasiswa marah, karena merasa ditipu oleh  pengemudi,” kata seorang sumber di rest area, kepada serat.id

Baca juga : Mahasiswa Semarang menolak Pelemahan KPK

Ini Alasan Draf Revisi UU KPK Layak Ditolak

Ratusan mahasiswa itu rencananya bergabung dengan mahasiswa lainnya dari seluruh Indonesia untuk berdemonstrasi di DPR RI Jakarta.  Namun sayangnya mereka justru diterlantarkan oleh pengemudi bus yang justru membelikan arah saat sampai di jalan Tol di wilayah Cirebon tersebut. “Terjadi kericuhan, akhirnya kami panggil polisi agar tak menimbulkanmalsah lebih lanjut,”kata sumber tersebut menjelaskan.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Undip, Muhammad Anies  Illahi, menyatakan masa aksi mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang sempat dihadang oleh aparat kepolisian, saat perjalanan  menuju DPR RI di Jakarta, Senin malam, 22 September 2019.

“Kami sempat dihadang pihak kepolisian agar tidak berangkat namun setelah negosiasi akhirnya diizinkan ke Jakarta,” kata Muhammad Anies.

Anies mengakui Petugas kepolisian sektor Tembalang dan Polrestabes Semarang mencoba meminta mahasiswa untuk tidak berangkat ke jakarta  bergabung dengan mahasiswa lainnya di seluruh Indonesia untuk melakukan aksi demo di gedung DPR RI.

Namun banyaknya mahasiswa yang sudah datang polisi akhirnya mengizinkan para mahasiswa berangkat  dengan catatan harus tertib menyampaikan aspirasi. Penghadangan itu  membuat keberangkatan molor dari jadwal keberangkatan searusnya pukul 11.00 WIB baru  berangkat sekitar pukul 01.00 WIB Selasa pagi

Banyaknya mahasiswa yang ingin berangkat membuat panitia menambah satu 1 armada bus sehingga total ada 3 unit bus yang mengangkut 150 mahasiswa. “Mereka secara swadaya iuran masing-masing Rp100 ribu untuk biaya perjalanan,” kata Anies menambahkan.

Tercatat selain mahasiswa dari Undip seratusan mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang juga turut berangkat ke Jakarta. Anies menyebutkan mereka tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia

Para mahasiswa menilai anggota DPR RI seenaknya membahas sejumlah peraturan peundang-undangan menjelang berakhirnya masa jabatan seperti telah mengesahkan revisi undang-undang KPK yang dianggap melemahkan lembaga anti rasuah tersebut. Rencana pengesahan rancangan kitab undang-undang hukum pidana yang dianggap mengancam kebebasan berekspresi hingga pembahasan rancangan undang-undang pertanahan yang dinilai bisa mengkriminalisasi petani.

Kehadiran mahasiswa  asal kampus Semarang itu sama dengan aksi demo di depan gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah. Mereka sama-sama memprotes sikap DPR RI yang tidak mendengar aspirasi rakyat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here