BERBAGI
Ilustrasi kekeringan, pixabay.com

Serat.id  – Musim tanam padi di Jawa Tengah dipastikan mundur dari biasnya. Hal itu dipengaruhi musim kemarau  panjang yang melanda 32 kabupaten dan  kota sejak enam  bulan terakhir.

“Ini berimbas pada mundurnya musim tanam petani,” kata Kepala Bidang Penyuluhan Pasca Panen dan Bina Usaha, Farid Mufti, kepada Serat.id, Rabu, 9 Oktober 2019.

Baca juga : Atasi Kekeringan, Pemprov Jateng Kucurkan Dana Rp 40 Miliar

Kera di Kawasan Goa Kreo Terdampak Musim Kemarau

Farid mengungkapkan jadwal tanam petani di Jawa Tengah akan mundur satu bulan karena persedian kebutuhan air irigasi kososng. ” Karena menunggu ada air yang jelas apa mundur di musim kemarau,”ujar Farid menambahkan

Mundurnya jadwal tanam padi oleh petani di Jawa Tengah tidak akan mengakibatkan terganggunya  produksi beras tahun 2020 mendatang. Menurut Farid  informasi dari BMKG akhir Oktober, menunjukkan beberapa wilayah Jawa Tengah baru akan turun hujan.

” Padahal Jadwal tanam kan harusnya Oktober hingga  November,” kata Farid menjelaskan.

Tercatat angka produksi beras di Jawa Tengah pada  tahun 2018 mencapai  18 juta ton, sedangkan tahun 2019 target produksi beras yakni juta 11 ton dan hingga bulan September telah terealalisasikan 77 persen. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here