BERBAGI
Jitet Kustana, dok/ Gold Pencil Indonesia

Jitet merupakan pemegang rekor MURI dan LEPRID sebagai kartunis dengan penghargaan internasional terbanyak.

Serat.id – Kartunis senior Pendiri Gold Pencil Indonesia, Jitet Kustana, menjadi salah satu dewan juri “Trumpism International cartoon & Caricature Contest-2019” di Iran. Ia dijadwalkan berangkat ke Iran untuk bergabung dalam majelis juri  pada 3 Desember 2019, untuk menilai kontes kartunis dengan tema Presiden Amerika Serikat  Donald Trump.

“Trump merupakan sosok yang sangat kontroversial,” kata Jitet, belum lama ini.

Baca juga : Ini Para Pemenang Lomba Kartun FLS2N Kota Semarang

PAPB Jadi Tuan Rumah Festival Kartun Internasional 2019 

Ini Cara Kartunis Awasi Pemilu

Jitet merupakan pemegang rekor MURI dan LEPRID sebagai kartunis dengan penghargaan internasional terbanyak. Ia beberapa kali diundang oleh asosiasi kartunis berbagai negara untuk menjadi juri.

Sedangkan dalam kontes kartun di Iran nanti akan diikuti kartunis seluruh dunia yang mengekplorasi karya tentang Trump dari beragam perspektif kontraversi Donald Trump.  “Mulai rasis terhadap imigran dan media,” kata Jitet menambahkan.

Menurut Jitet, ada dua kategori karya yang dilombakan, meliputi kartun dan karikatur. Peserta lomba bisa mengirimkan hingga lima karya untuk masing-maisng kategori. Kontes kartunis yang mengangkat tema Trump tersebut sangat bergensi.

Ia melihat peserta kontes yang ikut serta merupakan  kartunis dan karikaturis papan atas dari berbagai negara. Pengalaman penyelenggara menurutnya juga sangat memadai, sehingga membuat peserta antusias.

Tercatat, selain Jitet ada empat juri lainnya yang akan menentukan karya pemenang. Mereka kartunis asal India Shankar Pamarthy, kartunis Iran Saeed Sadeghi, Massoud Shojai, dan Hossein Niroumand. 

Jitet juga ikut berpartisipasi di pameran dengan menyiapkan dua karya tentang Trump. “Saya bikin dua karya. Salah satunya Trump lagi bunuh diri dengan lidahnya,” kata Presiden FECO Indonesia itu.

Sekretaris kontes, Massoud Shojai Tabatabai dalam laman irancartoon.com mengatakan,  hingga saat ini sudah ada sebanyak 188 kartunis dari 51 negara yang ikut serta dalam kontes kartun Trump. Panitia telah menerima sebanyak 622 karya. Ia menyebut masih ada kesempatan bagi kartunis untuk ikut serta. Deadline pengiriman karya 1 Desember 2019.

Adapun pameran the 2nd International “Trumpism” Cartoon and Caricature Contest akan digelar di Iranian Sacred Defense Cinema, The Holy Defense Museum dan Hoze-Honari pada 15 Desember 2019. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here