BERBAGI
Puluhan warga Sukoharjo kembali melaporkan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Rayon Utama Makmur (PT RUM) ke Dinas Lingkungan Hidup setempat, 13 November 2019

Sebelumnya warga sudah dua kali melaporkan PT RUM ke DLH Sukoharjo namun tidak ada perubahan dengan kondisi pencemaran yang menimbulkan mencium bau menyengat.

Serat.id – Puluhan warga Sukoharjo kembali melaporkan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Rayon Utama Makmur (PT RUM) ke Dinas Lingkungan Hidup Sukoharjo. Sebelumnya warga sudah dua kali melaporkan PT RUM ke DLH Sukoharjo namun tidak ada perubahan dengan kondisi pencemaran yang menimbulkan mencium bau menyengat.

“Saat ini kurang lebih 6 ribu warga dari empat kelurahan terpaksa menghirup udara dengan bau menyengat bahkan air sungai Gupit berubah menjadi hitam,” kata juru bicara warga terdampak pencemaran, Panji, Rabu 13 November 2019.

Berita terkait : Pencemaran PT RUM, Pemkab Sukoharjo dinilai Tak Serius Terapkan Sanksi
Aktivitis Penolakan Pencemaran Lingkungan PT RUM Bebas

Warga Terdampak PT RUM Laporkan Anggota Polres Sukoharjo

Ia menjelaskan beberapa petani juga mengalami gatal-gatal di kaki dan mengakibatkan luka merah karena terpapar air yang tercemar PT RUM.

Selain melapor ke DLH warga juga mendatangi Polres Sukoharjo mempertanyakan perkembangan pelaporan tindak pidana pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT RUM pada tanggal 13 Desember 2017  lalu.

“Warga melaporkan PT RUM ke Polres Sukoharjo namun tidak Ada perkembangan penanganan kasusnya,” kata Panji menjelaskan.

Menurut dia, warga hanya sekali mendapatkan SP2HP tertanggal 13 Maret 2018, setelah itu tidak pernah lagi Ada perkembangan Kasus Yang dilakukan oleh Kepolisian.

Warga menuntut agar Kepolisian dapat berkomitmen untuk segera melakukan pemeriksaan dugaan kasus pencemaran lingkungan PT RUM karena sudah tidak tahan mencium bau menyengat setiap hari. “Warga juga meminta agar gelar perkara berikutnya warga dapat dilibatkan sehingga warga bisa mengetahui secara langsung,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here