BERBAGI
Edisi Khusus Peringatan Hari HAM 2019

serat.id- Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) mencatat sejak 2016-2018 ada 1.021 kasus kekerasan terhadap perempuan dengan jumlah korbannya mencapai 1.886 perempuan. Ditambah lagi 1.408 perempuan menjadi korban kekerasan seksual. Atau bisa dikatakan dalam satu hari terdapat satu hingga dua perempuan menjadi korban kekerasan. Sementara di 2019, hingga Oktober tercatat 79 kasus. Dari jumlah itu 61 perempuan di antaranya menjadi korban kekerasan seksual.

Ironisnya masih banyak perempuan korban kekerasan yang tidak mendapatkan keadilan. Pada kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) misalnya, banyak perempuan tidak melaporkan tindak kekerasan suaminya karena memiliki ketergantungan ekonomi terhadap suaminya atau lebih memikirkan tentang masa depan anak-anaknya. Sementara untuk korban kekerasan seksual bahkan belum ada hukum khusus yang mengaturnya. Witi Muntari, Kepala Operasional LRC-KJHAM mengungkapkan, saat ini peraturan perlindungan perempuan yang sudah ada misalnya Undang-Undang tentang KDRT, perdagangan manusia, atau perlindungan anak. Namun belum ada yang khusus mengatur tentang kekerasan seksual.

“Kami beberapa tahun belakangan sudah memperjuangkan adanya Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS), tapi hingga pergantian DPR 2019 ini belum ada realisasinya”, ujar Witi.

Isu kekerasan terhadap perempuan menjadi kampanye internasional 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP), untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Kampanye 16 hari ini merujuk pada pelaksanaannya yang dimulai sejak 25 November hingga 10 Desember setiap tahun. Hal ini secara simbolik menghubungkan antara isu kekerasan perempuan dan HAM.

Tak hanya soal kekerasan, isu perempuan juga meliputi tentang hak-hak perempuan dalam lingkup ekonomi dan sosial. Pada acara Forum Kesaksian Korban bertajuk “Suara Perempuan untuk Keadilan” di Taman Indonesia Kaya Kota Semarang, 21 November 2019, LRC-KJHAM bersama Aliansi Mendukung Keadilan Perempuan (LAMPU) memaparkan pula persoalan-persoalan yang dihadapi perempuan selain kekerasan. Di antaranya isu tentang jaminan perlindungan sosial pada perempuan pekerja rumahan, perempuan dengan disabilitas, perempuan yang berhadapan dengan konflik lingkungan, atau perempuan pekerja migran.

Forum Kesaksian Korban ini sendiri adalah bagian rangkaian acara yang berpuncak pada peringatan Hari HAM pada 10 Desember mendatang, oleh Jaringan Masyarakat Sipil Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) Jawa Tengah. (*)

Forum Kesaksian Korban “Suara Perempuan untuk Keadilan” yang digelar LRC-KJHAM dan LAMPU di Taman Indonesia Kaya Kota Semarang pada 21 November 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here