BERBAGI
Edisi Khusus Peringatan Hari HAM 2019

serat.id- Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masih menjadi persoalan berkepanjangan di Indonesia. Jejak negara ini seolah tak jauh dari kasus menyangkut hal tersebut. Sayangnya, sebagian tak jelas penyelesaiannya. Sebut saja peristiwa 1965, Penembak Misterius (Petrus), Marsinah, Udin, peristiwa 1998, Munir, atau peristiwa kekerasan akhir-akhir ini, seperti kasus Novel Baswedan serta demonstrasi mahasiswa dan pelajar beberapa waktu lalu.

Dasar inilah yang menjadi arah gerakan Jaringan Masyarakat Sipil Peduli HAM Jawa Tengah untuk memperjuangkan penyelesaian hukum atas berbagai kasus pelanggaran HAM. Jaringan yang sudah ada sejak 2017 ini berisikan ormas, LSM, perkumpulan, dan komunitas di Jawa Tengah. Seperti yang bergabung di tahun ini adalah LBH Semarang, Kasbi, Yayasan Setara, Hysteria, Pembebasan, AMP, APS, Rumah Pelangi Indonesia, PMII Kota Semarang, Gusdurian, LRC-KJHAM, Muda Melawan, LBH APIK Semarang, Walhi, Elsa, Pelita, AJAR, Ikohi, Kopri, FNKSDA, RPI, BEM FIP Unnes, BEM KM Unnes, AJI Kota Semarang, Dekase, dan KPK PRD Kota Semarang.

Dengan mengusung slogan “Darurat Demokrasi, Lawan Oligarki!”, mereka menilai persoalan pelanggaran HAM merupakan wujud penyimpangan prinsip-prinsip demokrasi. Parahnya, hal ini juga dipengaruhi oleh carut marut kepentingan oligarki. Hingga puncak peringatan hari HAM, 10 Desember mendatang, Jaringan Masyarakat Sipil Peduli HAM menggelar rangkaian acara dari awal bulan.

Rangkaian agendanya adalah sebagai berikut:

  1. Pameran seni rupa “Traumatofobia”, oleh Dekase (1-10 Desember 2019, di TBRS Semarang)
  2. Pemutaran film tentang HAM oleh Dekase, Hysteria, dan AJI Kota Semarang (2 Desember 2019, di TBRS Semarang)
  3. Diskusi “Genealogi Kekerasan Negara”, oleh PMII UIN Walisongo (3 Desember 2019, di UIN Walisongo)
  4. Diskusi “Hak Atas Air” dan pemutaran video investigasi, oleh BEM KM Unnes (4 Desember 2019)
  5. Diskusi “Kekerasan Operasi Militer di Nduga Papua”, oleh AMP (4 Desember 2019)
  6. Diskusi “Melepas Belenggu Impunitas”, oleh AJAR dan Ikohi (5 Desember 2019, di Unika Soegijapranata)
  7. Aksi “Kamisan”, oleh LBH Semarang (5 Desember 2019)
  8. Diskusi dan pemutaran film “Burning Season”, oleh LBH Semarang (6 Desember 2019)
  9. Diskusi “Pemberangusan Demokrasi dan Masa Depan Gerakan Rakyat”, oleh Muda Melawan (7 Desember 2019)
  10. Pemutaran film tentang HAM oleh Dekase dan AJI Kota Semarang (9 Desember 2019, di TBRS Semarang)
  11. Puncak peringatan hari HAM, aksi dan panggung seni oleh Jaringan Masyarakat Sipil Peduli HAM (10 Desember 2019)

(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here