BERBAGI

Air menjadi jalan terang bagi warga di desa-desa pelosok yang tak terjangkau PLN. Menjadi sumber pembangkit listrik untuk skala desa.

ilustrasi energi terbarukan
[Ilustrasi] Energi terbarukan. (Abdul A/ serat.id)

Serat.id – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menyatakan daerahnya didorong mampu pemanfaatan energi terbarukan, khususnya sumber air sebagai sumber tenaga pembangkit listrik sejak tahun 2005.

“Kami akan terus melihat potensi energi air dimanfaatkan sebagai sumber tenaga pembangkit listrik skala desa, khususnya di daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau pelayanan PLN,” ujar Asip, kepada serat.id belum lama ini.

Menurut Asip pemanfaatan energi terbarukan turut berkontribusi menyumbang target pembaharuan energi. Hal itu mengacu Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang isinya pemerintah menargetkan peran energi baru dan terbarukan (EBT) paling sedikit 23 persen pada tahun 2025 dan paling sedikit 31 persen pada tahun 2050.

Baca juga: Dusun Totogan Tak Lagi Gelap

“Secara umum kami mempunyai potensi sumber listrik dari energi terbarukan yang berasal dari air yakni sebesar 60 megawaatt. Dari 60 tersebut, sudah terpakai sekitar 8 megawatt,” ujar Asip menambahkan.

Saat ini di Kabupaten Peklaongan setidaknya ada 17 unit PLTMH yang tersebar di tiga kecamatan. Satu unit di Kecamatan Doro, sebelas unit di Kecamatan Lebakbarang dan lima unit di Kecamatan Petungkriyono.

Sedangkan persebaran 17 unit tersebut, pembangunan PLTMH pertama dibangun di Desa Sidoarjo, Kecamatan Doro dengan kapasitas 22 kilowatt. Sementara di Kecamatan Lebakbarang, PLTMH dibangun di Desa Bantarkulon dan Mendolo, masing-masing berkapasitas 20 kilowatt. Selain itu di Desa Kapundutan berkapasitas 2×20 kilowatt, di Desa Sidomulyo 25 kilowatt, serta di Desa Timbangsari 20 kilowatt dan 30 kilowatt.

“PLTMH lainnya dibangun di Desa Depok berkapasitas 15 kilowatt dan 25 kilowatt, serta di Desa Wonosido berkapasitas 25 kilowatt,” kata Asip menjelaskan.

Baca juga: Menjaga Hutan Memanfaatkan Energi Terbarukan

Adapun di Kecamatan Petungkriyono, PLTMH dibangun di Desa Curugmuncar berkapasitas 50 kilowatt, Desa Kayupuring berkapasitas 20 kilowatt dan di Desa Songgodadi berkapasitas 50 kilowatt. Selain itu, di Desa Tlogopakis, di Dukuh Sawangan dan Dukuh Totogan masing-masing berkapasitas 12 kilowatt.

Kepala bidang Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pekalongan, Yudi Hermawan, mengatakan potensi energi air yang telah dimanfaatkan tersebut baru sebagian dari potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan.

“Masih ada potensi lagi diantaranya, di Sungai Welo di Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono. Potensi daya yang dihasilkan turbin maksimal mencapai 4.666 kilowatt dan rata-rata 1.484 kilowatt,” kata Yudi.

Selain itu Sungai Sengkarang di Desa Timbangsari-Tlogopakis, Kecamatan Petungkriyono. Potensi daya yang dihasilkan turbin maksimal mencapai 1.954 kilowatt dan rata-rata 300 kilowatt.

Potensi lainnya, kata Yudi, ada di Sungai Paingan di Desa Lebanggelun-Linggoasri, Kecamatan Kajen. Potensi daya yang dihasilkan turbin maksimal mencapai 2.395 kilowatt dan rata-rata 724 kilowatt, serta Sungai Genteng Desa Bubak-Notogiwang, Kecamatan Paninggaran.

Potensi daya yang dihasilkan turbin maksimal mencapai 1.061 kilowatt dan rata-rata 198 kilowatt. Selain itu Sungai Kumenyep dan Sungai Wisnu di Kecamatan Lebakbarang serta Sungai Kupang di Kecamatan Talun.

“Saat ini juga kami sedang membangun dua PLTMH di Kecamatan Kandang Serang, masing-masing 8 megawatt,” katanya. (*)

Penulis: Danang Diska Atmaja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here