BERBAGI
Dok/Serat.id

“Fakta-fakta terkait alih fungsi lahan, persyaratan pembangunan yang seharusnya mengedepankan izin lingkungan, penegakan hukum, serta perubahan iklim sebaiknya dikemukakan dengan lugas dan bernas,”

Serat.id – Masyarakat Jurnalis Lingkungan atau The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) mengajak seluruh jurnalis dan media massa untuk memberikan informasi yang jelas dan akurat terkait peristiwa bencana.

“Fakta-fakta terkait alih fungsi lahan, persyaratan pembangunan yang seharusnya mengedepankan izin lingkungan, penegakan hukum, serta perubahan iklim sebaiknya dikemukakan dengan lugas dan bernas,” kata Ketua Umum SIEJ, Rochimawati, dalam keterangan resmi, Rabu 1 Januari 2020.

Baca juga : BAZNAS Terjunkan Tim Bantu Korban Banjir Jayapura

Seorang Warga Banjarnegara Meninggal Tertimbun Longsor

LPBINU Jateng Kampanyekan Islam Ramah Lingkungan

Menurut Rochimawati, sikap jurnalis sperti itu dinilai penting tak sekadar menyalahkan kepala daerah  yang sering gagal memitigasi bencana di wilayahnya. “Kami memandang fenomena perubahan iklim masih kurang mendapatkan porsi di media massa karena memang tidak mudah untuk membumikannya,” kata Rochimawati menambahkan.

Ia menyebutkan banjir bisa jadi salah satu titik masuk bagi jurnalis atau media massa guna menjelaskan dampak dari perubahan iklim terhadap masyarakat perkotaan.  Curah hujan yang tinggi di sebuah wilayah tidak bisa dipandang sebagai sebuah fenomena alam semata. Namun perilaku setiap individu secara tidak langsung berdampak pada peningkatan suhu muka bumi yang memengaruhi pertumbuhan awan hingga hujan.

Selain itu perubahan tata guna lahan yang tidak terkontrol, bisa jadi faktor penyebab larinya air ke berbagai wilayah hingga membanjiri pemukiman warga. SIEJ berharap jurnalis dan media massa ikut mengambil peran memberi informasi yang tepat untuk  semua pihak tanpa memandang latar belakangnya.

“Sehingga semua pihak, mulai dari masyarakat biasa sampai pembuat kebijakan sadar dan mau melakukan perubahan mulai dari diri sendiri demi lingkungan hidup yang lebih baik dan sehat,” kata Rochimawati menjelaskan.

SIEJ menyebutkan jurnalis harus mampu mendorong perilaku mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan cara memanfaatkan layanan transportasi umum, mengurangi dan menghapuskan penggunaan energi berbasis fosil, mengurangi konsumsi yang cenderung menimbulkan sampah.

“Hingga mengawasi rencana pembangunan pemerintah yang tidak pro atas penciptaan lingkungan hidup yang sehat dan baik,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here