BERBAGI
Buruh PT Randugarut Plastik Indonesia, mendatangi rumah sakit Tugurejo Semarang, dan menggelar tahlil mendoakan almarhumah Suwarti, rekanya pada Selasa malam

“Ditangani lewat opservasi satu jam, kemudian hasil observasi diperbolehkan pulang dengan catatan besok paginya disarankan kontrol di poliklinik spesialis,”

Serat.id -Direktur rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo,  Haryadi Ibnu Junaedi, membantah lembaga yang ia kelola lalai saat menangani seorang Suwarti, buruh PT yang akhirnya meninggal usai dirawat di uunit gawat darurat rumah sakit tersebut. Haryadi mengaku tim UGD di RSUD Tugurejo sudah menangani sesuai standar prosedur operasional (SPO).

“Ditangani lewat opservasi satu jam, kemudian hasil observasi diperbolehkan pulang dengan catatan besok paginya disarankan kontrol di poliklinik spesialis,” kata Haryadi, kepada wartawan, Rabu 8 Januari 2020.

Berita terkait : FSP KEP menduga Kematian Buruh di RSUD Tugurejo Akibat Kelalaian Pelayanan

Ia menjelaskan di UGD RSUD Tugurejo punya tiga kriteria penanganan sesuai standar yang ada. Menurut Haryadi,  ketika pasien  datang usai pemeriksaan pertama kemudian layanan disesuaikan dengan kategori.  “Ada yang gawat darurat, langsung ditangani prioritas diutamakan. Gawat tapi tidak darurat serta tidak gawat dan tidak darurat,” kata Haryadi menjelaskan.

Baca Juga  FSP KEP menduga Kematian Buruh di RSUD Tugurejo Akibat Kelalaian Pelayanan

Dari tiga kriteria itu pelayanan pun berbeda-beda, pelayanan diutamakan pada prioritas paling gawat dan darurat. Sedangkan hasil penelusuran dan audit medik terkait dengan meningalnya seoarang buruh di RSUD Tugurejo, Haryadi mengatakan saat datang di UGD, pasien ditangani seusai dengan standar prosedur operaisoal.

Sedangkan pasien pada kedatangan awal dipulang karena masuk kategori gawat tapi tidak darurat. Hal itu diketahui itu setelah obeservasi dan penangan di UGD, yang menunjukkan kondisi Suwarti cukup baik boleh dipulang.

Namun pada akhirnya Suwarti mengalami muntah saat perjalanan pulang, dan kemudian dibawa kembali ke UGD RSUD Tugurejo yang akhirnya meninggal. Menanggapi hal itu, Haryadi menyatakan pada saat datang kedua, Suwarti diperlakukan dalam kategori sudah gawat darurat, namun tak tertolong.

Baca Juga  Buruh Walkout Rapat Koordinasi Saat Bahas Omnibus Law

Ia menyebutkan sesuai dengan keluhan utama pemeriksaan fisik pasien mengalami mual karena gangguan saluran penecernaan. Sedangkan saat pemeriksaan kedua lebih cenderung riwayat sakit hipertensi sistemik yang bisa menyerang otak dan  jatung. “Dan secara sistem bisa menjadi faktor penyebab  kematianya,” katanya.

Sebelumnya ketua Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi Dan Unum (FSP KEP) Jawa Tengah, Ahmad Zainuddin, mengajukan protes atas kematian seorang buruh PT Randugarut Plastik Indonesia bernama Suwarti.

Zaenudin menuding layanan rumah sakit umum daerah Tugurejo diduga lalai dalam penanganan sehingga menyebabkan pasien meninggal.  “Tiga hal yang kami minta penjelasan dari pihak rumah sakit siapa yang menangani, bagaimana pemeriksaan, bagaimana pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit atas kejadian ini,” ujar Zainudin.

Baca Juga  Ini Alasan Buruh PT Tossa Shakti Segel Pabrik

Menurut Zaenudin kesaksian teman sekerja almarhumah, ibu Sujiah, pada Selasa 7 Januari Suwarti sebelumnya berangkat kerja dalam kondisi sehat bahkan bercanda bersama. Tetapi menjelang siang mendiang mengeluh lemas dan pusing, kemudian perusahaan mengantar ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Sesampai di rumah sakit Suwarti diperiksa dan dinyatakan rawat jalan. Namun dalam perjalanan pulang sebelum sampai rumah almarhumah muntah-muntah, kemudian langsung dibawa ke rumah sakit lagi dan dinyatakan untuk rawat inap. “Tetapi selang dua jam kemudian pasien di nyatakan meninggal,” kata Zenudin menambahkan.

Ia menjelaskan, seharunya Suwarti tidak meninggal jika sudah terdeteksi oleh pelayanan medis RSUD Tugurejo sehingga tak harus dipulangkan atau rawat jalan.

“Ini soal nyawa. Sudah berkali-kali kejadian serupa maka kami meminta pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit,” katanya. (*)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here