BERBAGI
Buruh PT Randugarut Plastik Indonesia, mendatangi rumah sakit Tugurejo Semarang, dan menggelar tahlil mendoakan almarhumah Suwarti, rekanya pada Selasa malam.

Pasien diperiksa dan dinyatakan rawat jalan. Namun dalam perjalanan pulang sebelum sampai rumah almarhumah muntah-muntah, kemudian langsung dibawa ke rumah sakit lagi dan dinyatakan untuk rawat inap. Tetapi selang dua jam kemudian pasien di nyatakan meninggal.

Serat.id –  Kematian seorang buruh PT Randugarut Plastik Indonesia bernama Suwarti, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo Semarang diduga akibat kelalaian pelayanan. Hal itu diungkap oleh ketua Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi Dan Unum (FSP KEP) Jawa Tengah, Ahmad Zainuddin, saat mengajukan protes di rumah sakit milik pemerintah provinsi Jawa Tengah  tersebut.

“Tiga hal yang kami minta penjelasan dari pihak rumah sakit siapa yang menangani, bagaimana pemeriksaan, bagaimana pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit atas kejadian ini,” ujar Zainudin, Rabu 8 Januari  2020.

Baca juga :Serikat Pekerja Antara Harapkan Direksi BUMN Pro Buruh

Ini Alasan Buruh PT Tossa Shakti Segel Pabrik

Harga Sembako Melonjak, Buruh Demo Istana

Menurut Zaenudin kesaksian teman sekerja almarhumah, ibu Sujiah, pada Selasa 7 Januari Suwarti sebelumnya berangkat kerja dalam kondisi sehat bahkan bercanda bersama. Tetapi menjelang siang mendiang mengeluh lemas dan pusing, kemudian perusahaan mengantar ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Sesampai di rumah sakit Suwarti diperiksa dan dinyatakan rawat jalan. Namun dalam perjalanan pulang sebelum sampai rumah almarhumah muntah-muntah, kemudian langsung dibawa ke rumah sakit lagi dan dinyatakan untuk rawat inap. “Tetapi selang dua jam kemudian pasien di nyatakan meninggal,” kata Zenudin menambahkan.

Kematian Suwarti itu dinilai mencurigakan karena seharusnya sudah terdeteksi oleh pelayanan medis RSUD Tugurejo sehingga tak harus dipulangkan atau rawat jalan. Zaenudin minta agar kematian salah satu anggota organisasinya itu jangan dianggap sepele.

“Ini soal nyawa. Sudah berkali-kali kejadian serupa maka kami meminta pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit,” katanya.

Ketua PUK SP KEP PT Randugarut Plastik Indonesia, Susilo  minta pertanggungjawaban pihak RSUD Tugurejo karena rekan kerja mereka Suwarti meninggal diduga karena buruknya pelayanan di RS tersebut.  “Sudah berkali-kali kejadian serupa maka kami meminta pertanggungjawaban dari pihak RS,” kata Susilo

Tercatat Susilo mendatangi rumah sakit Tugurejo dan menggelar tahlil mendoakan almarhumah Suwarti, pada Selasa malam.  Namun setelah melalui beberapa kali negosiasi yang melibatkan kasat intelkam Polrestabes Semarang dan Kapolsek Ngaliyan, mereka dipaksa membubarkan diri. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here