BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Untuk mengetahui rekam jejak kejiwaan keduanya

Serat.id –Pimpinan Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa  dan Fanni Aminadia akan diperiksa kejiwaannya pekan depan. Kedua orang yang mengaku sebagai raja dan ratu itu ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda Jateng dengan tuduhan penipuan dan penyebar berita bohong.

“Pemeriksaan itu untuk mengetahui rekam jejak kejiwaan yang dialami keduanya,” kata Kapolda Jateng Irjen Rycko Amelza Dahniel, Jumat 17 Januari 2019.

Menurut Rycko, Totok dan Fanni bersikap kooperatif saat mejalani pemeriksaan. Bahkan Totok sudah memberikan penjelasan, meski Fanni masih merasa mendapatkan wangsit untuk menjaga perdamaian dunia.

“Maka dari itu kami akan periksa tersangka secara sisi psikologisnya minggu depan,” kata Rycko menambahkan.

Saat ditanya apakah adanya tersangka baru, Kapolda menyebut masih melihat kemungkinan, terutama kepada para koordinator atau patih di beberapa daerah lainnya. Ia menjelaskan  masih mendalami apakah para koordinator pengikut di daerah-daerah dikategorikan sebagai pembantu kedua tersangka atau malah menjadi korban juga.

“Ini yang masih kami dalami. Jika ikut membantu, maka akan ada tersangka baru lainnya,” kata Rycko menjelaskan.

Sebelumnya diberitakan, seorang berinisial KAS diketahui mempunyai puluhan pengikut di

Desa Brajan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. KAS merupakan berjejaring dengan Pimpinan Keraton Agung Sejagat, Totok Santosa yang menglaim punya keraton di Purworejo.

KAS yang mengklaim menjabat sebagai maha menteri atau patih memiliki 28 pengikut. Ia masih dalam proses masih diperiksa oleh polisi dan masih berstatus sebagai saksi. Sedangkan Kepolisian menyebutkan saat ini sudah ada tujuh korban atau pengikut yang telah melapor ke Polda Jateng. (*) ODY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here