BERBAGI
Pelatihan pembuatan pupuk oleh mahsiswa KKN Undip dengan kelompok tani di dusun Tanggung Krajan, Desa Tanggungharjo serat.id/ist

Program pelatihan itu penting dan tepat untuk kelompok tani yang selama ini  membutuhkan pupuk untuk memproduksi tanaman pertanian.

Serat.id – Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang yang sedang menggelar kuliah kerja nyata di Desa Tanggungharjo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan melatih masyarakat ciptakan pupuk cair dari limbah rumah tangga atau domestik. Ide melatih produksi limbah itu dengan pertimbangan sampah rumah tangga menjadi salah satu masalah terbesar yang ada di pedesaan.

“Kami mencoba memanfaatkan sampah organik yaitu sisa sayuran dan buah-buahan untuk dijadikan pupuk,” kata Kamila, salah satu anggota tim KKN Undip di Desa Tanggungharjo, Rabu, 12 Februari 2020.

Kamila berharap  pelatihan mengubah sampah menjadi pupuk dapat mengurangi sampah di desa tempat ia KKN. “Sedangkan  pupuknya bisa bermanfaat untuk tanaman,”  kata Kamila menambahkan.

Koordinator KKN Desa Tanggungharjo, Raka Sindu Wardoyo, menyebut program pelatihan itu penting dan tepat untuk kelompok tani yang selama ini  membutuhkan pupuk untuk memproduksi tanaman pertanian. “Apa lagi warga di Desa Tanggungharjo kebanyakan bekerja sebagai petani,” kata Raka.

Menurut Raka, cara memproduksi pupuk itu hanya dengan alatnya yang cukup mudah. Yakni menggunakan tabung seperti toples, pipa paralon, jaring kawat, keran, dan lem keran. Alat yang digunakan itu  tidak sulit dicari dan mudah ditemukan di sekitar warga.

Pelatihan yang difasilitasi mahasiswa KKN Undip itu digelar dengan rangkaian kegiatan penyuluhan tentang efek sampah terhadap lingkungan, dilanjut dengan penjelasan mengenai pupuk organik cair, kemudian mengajak kelompok tani bersama-sama membuat alat serta pupuknya.

“Kami juga memberikan materi bagaimana cara menjual pupuknya,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here