BERBAGI
Workshop perkoperasian pengembangan potensi produksi komoditas jagung, melibatkan KTH dan LMDH oleh Gema PS dan kemenkop UKMKM, di Kendal, Kamis 12 februari 2020, Serat.id/Is

Selama ini petani tidak mempunyai nilai tawar di hadapan pasar

Serat.id –  Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial (Gema PS) Indonesia, Jawa Tengah, berencana menciptakan koperasi untuk membangun kemandirian secara ekonomi dan penjulaan hasil produksi pertanian. Rencana itu diawali dengan mengelar kerja sama perkoperasian dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Mengah di Kabupaten Kendal, Rabu 12 Februari 2020 kemarin.

“Kerja sama itu dibuka dengan adanya workshop perkoperasian pengembangan potensi produksi komoditas jagung dan penguatan kelembagaan ekonomi melalui koperasi” kata Ketua Gema PS Indonesia Jawa Tengah, Syukur Fahruddin, Kamis 13 Februari 2020.

Menurut Syukur kerja sama melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) atau Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) yang tergabung di Gema PS Indonesia itu bertujuan agar kelompok tani hutan maupun lembaga masyarakat desa hutan mengerti pentingnya koperasi.

“Dengan adanya kerja sama ini diharapkan petani-petani kami bisa semakin sadar manfaat organisasi koperasi untuk menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Syukur menambahkan.

Apa lagi, Syukur menjelaskan, saat ini masyarakat desa hutan masih terpinggirkan dari sektor ekonomi dan kebijakan lain. Sedangkan target kerja sama mampu terbentuk koperasi yang bertujuan untuk mengkonsolidasi produk dan membangun nilai tawar petani. Hal itu dinilai penting karena diakui selama ini petani tidak mempunyai nilai tawar di hadapan pasar.

“Karena cara menjual hasil pertanian dilakukan sendiri-sendiri olleh petani,” kata Syukur menjelaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here