BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

“Penambahan ini terjadi karena ekspor-impor rendah, jumlah wisatawan asing rendah dan sepi,”

Serat.id – Ancaman virus corona jenis Covid -19 yang berdampak keterlambatan impor bahan baku makanan menjadi alasan pemerintah menaikan nilai bantuan bagi penerima progam pangan di Jawa Tengah. Tercatat per bulan Maret ini setiap penerima bantuan akan menerima tambahan sebesar Rp 50 ribu.

“Atau nilai bantuan menjadi Rp 200 ribu per orang  hingga enam bulan ke depan atau sampai Agustus 2020,” ujar Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Harso Susilo, kepada serat.id beberapa waktu lalu.

Baca juga : ATM Beras Mudahkan Bantuan Warga Tidak Mampu

Menurut Harso, sebelum terjadi Virus Korona setiap penerima bantuan mendapatkan bantuan Rp 150 per orang. Yang nilainya berupa kebutuhan pokok, di antaranya telur, beras, minyak, sayuran dan kkebutuhan dapur lain.

“Penambahan ini terjadi karena ekspor-impor rendah, jumlah wisatawan asing rendah dan sepi,” kata Harso menambahkan.

Ia berharap penambahan itu dapat mencukupi kebutuhannya melalui E-Warung di masing-masing tempat dengan menggunakan Kartu PKH.

Tercatat progam bantuan non tunai itu sebelumnya diluncurkan sejak tahun 2018 sebagai progam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jumlah nilai penerimaan  sebelumnya hanya Rp 110 ribu per bulan pada tahun 2018. Sedangkan total jumlah penerima bantuan yang terdiri dari 35 kabupaten dan kota di Jateng hingga Februari 2020 sebanyak 4.183.935 penerima.

“Jumlah penerima bantuan terbanyak adalah Kabupaten Brebes sebanyak 219.544 orang, disusul Kabupaten Pemalang sebanyak 140.626 orang dan Kabupaten Cilacap 138.192 orang,” kata harso menjelaskan.

Ia berharap progam bantuan itu dawasi serius, sebab banyak penyelewengan yang sudah terjadi melalui progam bantuan ini. (*) ODY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here