BERBAGI
Galeri kreatif Semarang kota lama semarang
Galeri kreatif Semarang kota lama semarang. serat.id/dok

Salah satu keberhasilan Kota Semarang sekarang dapat dilihat dari kemajuan pariwisata juga dapat meningkatkan APBD dari Rp 1,8 Triliun menjadi Rp 5,2 Triliun

Serat.id – Kementerian Dalam Negeri mengaku sedang belajar  sistem pembangunan di Kota Semarang. Kemajuan dan perkembangan Kota Semarang saat ini sengaja dijadikan ukuran model oleh Kementerian Dalam Negeri dalam percepatan pembangunan daerah di Indonesia.

“Kalau dulu Semarang kaline banjir sekarang sudah tidak banjir. Kota Semarang menggeliatnya luar biasa,” kata Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo, Minggu, 8 Maret 2020.

Baca juga : Waspada, Tahun 2045 Kota Semarang diprediksi Tenggelam

Kota Semarang Mulai gratiskan Biaya Belajar di Sekolah Swasta

Sejumlah Wilayah di Kota Semarang Ini Bakal Bebas Kabel L istrik

Menurut Hadi, salah satu keberhasilan Kota Semarang sekarang dapat dilihat dari kemajuan pariwisata juga dapat meningkatkan APBD dari Rp 1,8 Triliun menjadi Rp 5,2 Triliun. Hal itu menunjukkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan sampai evaluasi APBD Kota Semarang sangat bagus. “Dan bisa menjadi referensi daerah lain,” kata Hadi menambahkan.

Hadi menyebutkan Kota Semarang saat ini dianggap sebagai kota yang mandiri dan berhasil mengoptimalkan pendapatan asli daerah lebih besar dari dana transfer pusat. Ia menekankan Pemerintah memiliki PR besar untuk mengedukasi masyarakat, khususnya terkait pendapatan negara yang didapat dari hasil pajak dan retribusi.

Menurut Hadi tujuan pembangunan bukan untuk memberatkan masyarakat melainkan membuktikan kepada wajib pajak.  Bahwa mereka benar-benar mendapatkan timbal balik atas pajak yang dibayarkan, sehingga pemerintah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Seperti disampaikan Wali kota Semarang tadi peningkatan PAD adalah seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintah,” katanya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat berbicara dihadapan perwakilan 7 Pemerintah Provinsi serta 97 Pemerintah Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia, menyatakan transformasi Kota Semarang yang relatif cepat beberapa tahun kebelakang ini dilakukan dengan menjalankan konsep pembangunan bergerak bersama.

“Ini bukan konsep baru sebenarnya, dasarnya adalah konsep gotong royong Founding Father kita, yaitu Bung Karno. Dimana menanamkan bahwa kota ini adalah milik bersama, maka harus dibangun bersama – sama juga,”  kata Hendrar.

Wali koya yang karap disapa Hendi menyebutkan konsep pembangunan bergerak bersama itu diperkuat dengan upaya reformasi birokrasi guna menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

“Kami ingin menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Caranya bagaimana bekerja dengan maksimal dan melaksanakan pembangunan yang benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya. (*) ODY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here