BERBAGI
Ilustrasi pixabay.com
Ilustrasi pixabay.com

Apresiasi terhadap para guru yang selama ini sama-sama mengajarkan nilai-nilai agama di sekolah

Serat.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal memberi intensif guru mata pelajaran non Muslim.  Bantuan tersebut diberikan sebagai apresiasi terhadap para guru yang selama ini sama-sama mengajarkan nilai-nilai agama di sekolah .

“Tahun lalu hanya guru agama Islam saja. Tahun ini guru agama non-islam juga menerima. Yakni guru sekolah minggu (Katolik/Kristen), Vijalaya (Budha) dan Pasraman (Hindu),” kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah , Imam Maskur, serat.id belum lama ini.

Baca juga : Sulitnya Menikah Beda Agama di Indonesia

Prof Said Aqil Siradj: Yang Bukan Ahli Agama Jangan Berfatwa Soal…

Tanda Jasa Guru Agama

Tercatat tahun 2020 bantuan untuk guru agama meningkat 40.324 orang. Sedangkan tahun 2019, bantuan diberikan kepada 171.131 orang guru agama, naik menjadi 211,455 orang guru agama pada tahun 2020.

“Anggaran yang dialokasikan untuk bantuan tersebut sebanyak Rp281 miliar yakni Rp1,2 juta per orang per tahun. Dana tersebut diberikan secara bertahap per tiga bulan, sebanyak empat kali,” kata Imam menambahkan.

Guru agama  akan Rp300 ribu dalam sekali pencairan yang ditransfer melalui kanwil masing-masing, yang kemudian  ditranfer ke rekening masing-masing guru.  Sedangkan syarat penerima bantuan antara lain, berasal dari lembaga pendidikan keagamaan nonformal yang terdaftar pada Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota setempat.

Mereka juga diusulkan oleh lembaga pendidikan kegamaan nonformal kepada Kantor Kemenag setempat, memiliki surat mengajar, memiliki rekening bank aktif atas nama penerima bantuan insentif dan berdomisili di Jateng.

“Datanya dari Kanwil (Kemenag) setelah pendataan,” imbuhnya.

Selain bantuan insentif, pemprov juga memberikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk siswa Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta. Saat ini Biro Kesejahteraan Rakyat masih memvalidasi data karena kemungkinan ada siswa yang sudah keluar, pindahan, dan tambahan.

Menurut Imam Bosda diberikan kepada 694 unit lembaga, baik Madrasah Aliyah Negeri maupun Swasta, dengan anggaran Rp26 miliar. Dana itu untuk 177.114 orang siswa, masing-masing Rp150 ribu per siswa per tahun.

“Akhir Maret ini pencairan tahap pertama bisa dilakukan. Pencairan berikutnya pada Oktober mendatang. Pencairanya ke rekening lembaga,” katanya. (*) ODY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here