BERBAGI
Potong gundul sebagai kampanye “berani gundul 2020” di Kota Semarang gerakan rasa empati dari masyarakat mensuport bagi anak penderita kanker. Ody/Serat.id

Akan menggerahkan sebanyak 37 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kota Semarang untuk meninjau kantin-kantin sekolah

Serat.id – Pemerintah Kota Semarang  mulai bulan April mendatang akan menerapkan kebijakan kantin sehat di sekolah. Langkah itu dilakukan menanggapi kasus anak yang terkena kanker di Kota Semarang.

“Kami akan segera berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan di Kota Semarang untuk bekerja sama mendirikan kantin sehat di sekolah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, serat.id  belu lama ini.

Baca juga : “Berani Gundul” Gerakan Melawan Kanker Pada Anak

Cerita Dari Markas Pejuang Melawan Kanker

Video Art Kanker Payudara

Hakam menyebutkan akan menggerahkan sebanyak 37 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Kota Semarang untuk meninjau kantin-kantin sekolah di seluruh Kota Semarang sebagai upaya menerapkan progam kantin sehat di sekolah

“Jadi kami dari Puskesmas yang membawahi setiap hari akan datang ke sekolah-sekolah untuk memastikan kantin sudah sehat,” kata Hakam menambahkan.

Kehadiran tim Puskesmas itu memantau apakah progam di sekolah seperti cuci tangan, senam peregangan masih jalan atau tidak. “Karena sikap itu adalah kunci utama membuat anak sehat,” kata Hakam menjelaskan.

Menurut dia, pemantauan berlaku bagi sejumlah warung sekitar Puskesmas di Kota Semarang. Sedangkan masing-masing Puskesmas membawahi empat hingga tujuh kelurahan tergantung luas masing-masing.

Sementara itu ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Kota Semarang, Vita Mahaswari mengatakan, sedang menggalakan kampanye berani gundul 2020 di Kota Semarang sebagai gerakan moral rasa empati dari masyarakat mensuport bagi anak penderita kanker. Kampanye yang dilakukan itu merupakan keempat kali sejak tahunya sejak 2016 lalu.

“Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Kanker  Nasional tujuanya ingin menggugah rasa empati dari masyarakat serta mensuport bagi penderita kanker khususnya anak-anak,” kata Vita.

Menurut dia gerakan cukur gundul itu bisa memberikan dukungan secara psikologis bagi anak-anak yang sedang menjalani kemoterapi. (*) ODY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here