BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Corona telah ditetapkan menjadi Public Health Emergency of Intenational Concem atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat oleh World Health Organization

Serat.id-Pemerintah Kota Semarang keluarkan surat edaran penundaan kegiatan kemah pendidikan karakter penguatan nasionalisme siswa, yang rencananya digelar di komplek Masjid Agung Jawa Tengah, pada 11-12 Maret 2020 hari ini.  Dalam surat edaran yang di tandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri, menyebutkan penundaan dengan alasan kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona attau Covid-19.

“Pelaksanaan Penguatan Nasionalisme Siswa yang semula akan dilaksanakan sementara ditunda sampai informasi selanjutnya,”tulis surat imbauan dinas pedidikan.

Baca juga : Dampak Ancaman Corona, Bantuan Non Tunai di Jateng dinaikan

Wabah Corona Turunkan Ekspor Perikanan Jateng

Impor Asal China Mandeg, Jateng Terancam Resesi

Penundaan dilakukan dengan cara mengirimkan surat edaran yang ditanda tangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang yang disalurkan melalui Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kota Semarang terkait perkembangan virus Corona yang masuk di Indonesia.

Didalam surat tertulis dimohon Koordinator Satuan Pendidikan Kecamatan memberitahukan kepala sekolah d iwilayahnya pelaksanaan Penguatan Nasionalisme Siswa yang semula akan dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis tanggal 11-12 Maret 2020 di MAJT untuk sementara ditunda sampai informasi selanjutnya.

“Surat itu mengacu Keputusan pemerintah pusat yang menerbikan tentang Protokol Kesehatan Penganan Virus Corona (Covid-19) dari dari Kementerian Kesehatan,” tulis surat edaran itu  lebih lanjut.

Menurut Gunawan penundaan terkait perkembangan situasi Corona Virus Desease 2019 atau Covid-19 yang terjadi sejak 31 Desembeery 2019 berawal di Kota Wuhan China, yang telah ditetapkan menjadi Public Health Emergency of Intenational Concem (PHEIC) atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) oleh World Health Organization (WHO) pada 30 Januari 2020.

Sementara itu Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kecamatan Ngaliyan, Muhammad Yazid, mengaku kecewa dengan penundaan Kemah Penguatan Pendidikan Karakter itu. “Saya merasa kecewa baik sebagai panitia kota dan juga koordinator tingkat kecamatan,” ujar Muhammad Yazid.

Kepada serat.id Kamis, (12/3/2020).

Yazid yang juga sebagai guru PAI di SD Negeri Ngaliyan 1 Semarang mengatakan sudah banyak sekolah yang sudah mempersiapkan. Mulai dari armada, materi maupun catering jauh-jauh hari oleh sekolah.

“Dari segi peserta  atau siswa juga merasa kecewa. Awalnya anak-anak merasa senang dengan adanya kegiatan ini di luar. Namun tiba-tiba dibatalkan begitu saja,”  kata Yazid menambahkan.

Yazid menganggap  bahwa Dinas Pendidikan Kota Semarang sangat berlebihan menanggapi kasus Corona di Indonesia. Padahal, kegiatan Dinas Pendidikan yang lain dan juga melibatkan banyak peserta seperti Pesta Siaga Siswa, Senam Bersama Guru dan Jalan Sehat Guru bersama Walikota Semarang tetap dijalankan.

“Namun kegiatan kami yang tempatnya juga ditempat yang suci malah di batalkan oleh Dinas Pendidikan,” katanya. (*) ODY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here