BERBAGI
Ilustrasi industri pengiriman, pixabay.com

Tercatat Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) menunjukan ekspor perikanan Jateng pada Januari 2020 mencapai 4.810 ton dengan nilai Rp 241 miliar, namun pada Februari ekspor turun sekitar 696 ton.

Serat.id – Merebaknya virus corona atau Covid-19 di China berdampak pada sektor ekspor perikanan di Jawa Tengah turun hinggan 34 persen. Tercatat Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) menunjukan ekspor perikanan Jateng pada Januari 2020 mencapai 4.810 ton dengan nilai Rp 241 miliar, namun pada Februari ekspor turun sekitar 696 ton.

“Ini pengaruh sejak merebaknya virus corona ekspor perikanan ke Cina lewat udara maupun laut dihentikan,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Fendiawan Tiskiantoro, Kamis 12 Maret 2020.

Baca juga : Impor Asal China Mandeg, Jateng Terancam Resesi

Dampak Ancaman Corona, Bantuan Non Tunai di Jateng dinaikan

Fendiawan menyebutkan serapan pasar internal di Cina turun sampai 40 persen. Hal itu terjadi karena aktivitas masyarakat Cina terbatas, tidak boleh pergi ke pasar dan berinteraksi dengan orang lain. Dengan demikian pembelian produk seafood di Pasar Cina cenderung lebih berkurang.

“Tak hanya itu, kontainer untuk mengirim produk perikanan Jateng ke Cina mengalami kelangkaan karena yang singgah ke Cina dan kembali ke Semarang harus dibersihkan,” kata Fendiawan menambahkan.

Hal itu membutuhkan waktu yang lama sehingga terjadi hambatan dalam ekspor. Padahal dalam sebulan bisa mengekspor ikan sekitar 40 hingga 50 kontainer ke Cina. Dengan rincian setiap kontainer bisa menampung hasil perikanan Jateng sekitar 30 ton.

Untuk mensiasati ekspor perikanan di Jateng, para pengusaha membuka pasar baru di berbagai negara seperti Eropa, Italia, Thailand, Malaysia, Belgia, Belanda dan Inggris. Jenis perikanan di Jateng, yang banyak diminati negara luar di antaranya rajungan, udang vaname, udang putih, windu, cumi-cumi, daging nila, sisip ikan, dan ikan layur.

“Sebenarnya permintaan ekspor perikanan Jateng ke Cina harapannya sangat tinggi. Diharapkan 3-4 bulan mendatang kondisi di Cina lebih membaik. dengan begitu ekspor ke Cina bisa dibuka kembali,” katanya.

Cina merupakan negara terbesar tujuan ekspor perikanan Jateng setelah Amerika dan Jepang. Pada 2018 secara keseluruhan total perikanan Jateng yang diekspor mencapai Rp 3,2 triliun. Kemudian yang diekspor ke Cina sekitar 16.640 ton dengan nilai Rp 392 miliar. Namun pada 2019 ekspor perikanan Jateng sedikit menurun sekitar Rp 2,9 triliun. (*) SJM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here