BERBAGI
Mahasiswa Fakultas Hukum Unisbank saat gerakan minum jamu untuk menjaga daya tahan tubuh, di kantor kemahasiswaan Unisbank Semarang, Jumat 13 Maret 2020. serat.id/SJM

Minum jamu merupakan budaya hidup sehat dari bahan alamiah.

Serat.id –  Pakar Jamu Nasional, Charles Saerang, menyatakan keberadaan obat herbal berupa jamu sebaiknya dikonsumsi sebagai kebiasaan, bukan karena  ada wabah virus corona. Charles menyebut minum jamu merupakan budaya hidup sehat dari bahan alamiah.

“Diharapkan minum jamu bisa dilakukan setiap hari dan menjadi budaya dalam kehidupan. Bukan lantaran ada virus corona baru minum jamu,” kata Charles dalam acara gerakan minum jamu di Unisbank Semarang, Jum’at, 13 Maret 2020. 

Baca juga : ELSA : Kebudayaan Saling Menjaga Agar Tidak Saling Menyakiti

Wilayah Bekas Perang Ini Menjadi Kampung Seni dan Budaya 

Teater Emka Gelar Apresiasi Seni dan Diskusi Budaya

Charles menyebut jamu memiliki khasiat luar biasa, hal itu menjadi alasan ia mengajak masyarakat Indonesia agar membiasakan rutin minum jamu setiap hari. “Karena jamu yang diproduksi hasil olahan rempah-rempah di Indonesia yang dinilai punya khasiat meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Charles menambahkan.

Hal itu sesuai dengan kondisi sekarang saat masyarakat sedang panik adanya penyebaran virus corona atau Covid-19 yang menular begitu cepat di dunia. Menurut Charles, merebaknya virus corona dapat membuat orang menjadi panik dan stres yang justru memicu turunya daya tahan tubuh.

Dengan demikian minum jamu setiap hari menjadi penting dilakukan untuk menjaga imun tubuh, selain diimbangi dengan rutin berolahraga dan menjaga kebersihan dengan baik.

Charles menyebut Jawa Tengah merupakan daerah yang produksi jamunya terbaik di secara nasional. Ia berharap jamu yang ada di Jateng dapat berkembang secara nasional dan menyebar ke seluruh Indonesia.  Untuk itu diperlukan perhatian dan minat masyarakat agar mengkonsumsi jamu demi menjaga kesehatan tubuh. 

“Kendala yang dihadapi bahwa kebanyakan orang menganggap jamu itu pahit. Padahal jamu tidaklah pahit karena memiliki banyak rasa. Bahkan apabila dibandingkan dengan jamu di Tiongkok, jamu di Indonesia lebih sehat karena tidak ada campuran bahan kimianya,” kata Charles menjelaskan. 

Ia memberikan cara agar orang terbiasa minum jamu harus dimulai sejak kecil. Maka bagi orang tua yang memiliki anak kecil harus dibiasakan minum jamu yang dapat mempengaruhi perkembangan anak dengan baik. Charles mencontohkan negara Korea yang masyarakatnya telah rutin minum jamu gingseng sejak kecil. 

“Kita  memiliki racikan jamu yang sangat bagus berupa temulawak. Karena temulawak adalah berasnya jamu dan dapat menetralisir racun yang ada,” katanya.  (*) SJM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here