BERBAGI
Dinas Perhubungan Kota Semarang menyemprotkan disinfektan saat uji kenadaraan, Senin, 16 maret 2020, SJM/serat.id

Tercatat  ada 340 dari berbagai kendaraaan yang berhasil disemprot disinfektan saat melakukan uji kendaraan

Serat.id –  Dinas Perhubungan Kota Semarang menyemprotkan disinfektan ke sejumlah kendaraan untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona atau Covid-19. Tercatat  ada 340 dari berbagai kendaraaan yang berhasil disemprot disinfektan saat melakukan uji kendaraan di kantor dinas perhubungan, Jalan Tambak Aji Raya Ngaliyan Semarang, Senin 16 maret 2020.

“Dengan penyemprotan disifektan ini diharapkan dapat mengurang penyebaran infeksi virus corona, yang saat ini di khawatirkan warga Kota Semarang,” kata Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto, Senin 16 Maret 2020.

Baca juga : Khawatir Corona, Pemkot Semarang Tunda Kemah Pendidikan Karakter

Charles Saerang : Minum jamu itu kebiasaan, bukan karena ada corona

Dampak Ancaman Corona, Bantuan Non Tunai di Jateng dinaikan

Menurut Endro, Penyemprotan dilakukan secara menyeluruh mulai dari stank sopir, tempat duduk dan sudut-sudut bus yang biasa ditempati penumpang.  

Selain melakukan penyemprotan disinfektan, Dishub Semarang juga memberikan lembaran edaran sosialisasi kepada para pengemudi tentang tindakan pencegahan infeksi virus corona. “Lembaran edaran sosialisasi tersebut juga diberikan kepada seluruh pengelola bus pariwisata, travel dan truk angkutan barang,” kata Endro menambahkan.

Dalam surat edaran tersebut berisi tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi virus corona di Kota Semarang. Salah satunya melakukan koordinasi, sosialisasi dan edukasi mengenai upaya pencegahan dan pengendalian kepada pengguna jasa angkutan dan para pengemudi.  Selain itu imbauan agar awak kendaraan menyiapkan alat deteksi tubuh dan antiseptik, masker bagi yang sakit, serta memastikan armada dalam keadaan bersih dan higienis.

“Hal ini sesuai dengan edaran Wali Kota Semarang dalam rangka peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi virus corona di Kota Semarang. Dari hasil pantauan, kebanyakan para pengemudi tidak memiliki masker dan hand sanitizer,”  kata Endro menjelaskan. (*) SJM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here