BERBAGI
Sejumlah penumpang Kapal Pesiar MV Colombus turun di Terminal Pelabuhan Tanjung Emas Semarang usai dilakukan pemeriksaan, Jumat, 13 Maret 2020. Ody/serat.id

Hendi menyatakan  bukan saatnya saling menyalahkan terkait berlabuhnya kapal Colombus,

Serat.id – Pemerintah Kota Semarang mengakui kecolongan terkait Kapal Pesiar Colombus yang sandar di Pelabuhan Tanjung Emas beberapa hari yang lalu. Meski diakui berlabuhnya kapal pesiar menjadi tanggung jawab pemkot.

“Seperti Kapal Pesiar Viking Sun yang tidak boleh bersandar,” ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, atau karab disapa Hendi, saat konferensi pers pencegahan virus corona di Balaikota Semarang, Minggu 15 Meret 2020.

Berita terkait : Ditolak di Surabaya Kapal Pesiar MV Colombus Berlabuh di Semarang

Kapal Pesiar Star Clipper Kembali Singgah di Tanjung Emas

Hendi menyebut kapal pesiar Colombus berlabuh di pelabuhan Tanjung Emas  pada Jum’at, 13 Maret 2020 merupakan  kebijakan Sekda Provinsi Jawa Tengah. “Infonya setelah itu ada Kapal Pesiar Albatros mau datang,” kata Hendi menambahkan.

Menurut dia, saat Albatros belum sampai, tiba – tiba Columbus bersandar, yang kemudian kebijakan rapatnya menerima. Saat itu ia mengaku sudah memberi masukan kepada pemerintah provinsi.

Hendi menyatakan  bukan saatnya saling menyalahkan terkait berlabuhnya kapal Colombus, ia mengaku sudah komunikasi dengan KSOP, termasuk menelepon Sekda Provinsi Jateng dan menyarankan agar tidak memaksakan kehadiran 24 kapal yang ingin bersandar di Semarang. “Sudah ditolak saja dari jauh hari, sudah kita tegaskan,” katanya.

Ia menegaskan menjaga komitmen pemerintah mencegah peneyebaran virus  Corona. Saat ini telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan Corona agar situasi di Kota Semarang dapat lebih terkendali. Selain itu melalui surat edaran Wali Kota Semarang nomor B/ 1395/ 440/ III/ 2020, Hendi secara resmi menyatakan jika Kota Semarang meningkatkan kewaspadaan terhadap resiko penularan virus corona di wilayah Ibu Kota Jawa Tengah.

Dalam surat edaran tersebut ia minta semua pihak mulai dari jajaran pemerintah, BUMN/ BUMD, seluruh sekolah negeri maupun swasta serta asosiasi perhotelan, mall, jasa pariwisata dan tempat umum lainnya untuk mengambil langkah aktif mencegah penularan virus corona di Kota Semarang.

Di antaranya, melakukan sosialisasi dan edukasi upaya pencegahan dan pengendalian virus corona, menyiapkan alat deteksi suhu tubuh atau thermo gun, anti septik dan masker bagi yang sakit, menunda kegiatan yang mendatangkan banyak peserta. “Termasuk membuat Posko informasi terpadu di setiap instansi, serta meliburkan sekolah mulai TK hingga SMP dari  tanggal 16 hingga 29 Maret 2020,”kata Hendi menjelaskan. (*) ODY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here