BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

“Pasien seorang pria dinyatakan positif setelah melakukan kontak dengan pasien yang dirawat di RSUD Margono Kabupaten Banyumas,”

Serat.id – Pasien positif corona atau Covid-19 di Jawa tengah saat ini mencapai 15 kasus atau terus meningkat dari  sebelumnya  14 orang pada Sabtu kemarin, dari jumlah itu tiga di antaranya meninggal dunia. Tambahan satu pasien positif corona tersebut terjadi di Solo dan dirawat di RSUD Moewardi.

“Pasien seorang pria dinyatakan positif setelah melakukan kontak dengan pasien yang dirawat di RSUD Margono Kabupaten Banyumas,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dalam keterangan  resmi, Minggu, 22 Maret 2020.

Baca juga : Hindari Penyebaran Corona, Lawang Sewu ditutup Sementara

Cegah Penularan Corona, Ratusan Kendaraan di Kota Semarang disemprot Disinfektan

Charles Saerang : Minum jamu itu kebiasaan, bukan karena ada corona

Ganjar mejelaskan tren kenaikan virus corona  itu dipastikan akan terus terjadi. Untuk itu, seluruh rumah sakit di Jawa Tengah diminta siap mengantisipasi lonjakan penyebaran virus itu. Bahkan ia menyebutkan saat ada 2.416 Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Jateng, 196 Pasien Dalam Pemantauan (PDP) telah dirawat dan positif sebanyak 15 orang.

“Tiga di antara yang positif itu meninggal dunia,” kata Ganjar menambahkan.

Ia minta agar seluruh rumah sakit di Jateng menghitung betul segala kebutuhan yang diperlukan. Termasuk jika ada kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), VTM, masker dan lainnya. Ia juga minta rumah sakit serta Bupati dan Wali Kota berkomunikasi dengan pemerintah provinsi.

“Nanti kami akan ikhtiar mencarikan dengan cara berkomunikasi ke pusat atau mencari pabrikannya. Saya minta seluruh rumah sakit di Jateng disiplin komunikasi. Jangan teriak-teriak kurang dan membuat masyarakat khawatir,” kata Ganjar menegaskan.

Pihaknya menegaskan tidak tinggal diam dengan kondisi yang ada. Bahkan pagi tadi, seluruh jajaran Pemprov Jateng menggelar rapat untuk mencarikan solusi atas persoalan ini.

“Hari Minggu kami tetap rapat dan mencari solusinya. Kami tidak tinggal diam dan akan terus berusaha semampu kami,” tegasnya.

Tidak hanya persiapan rumah sakit, Ganjar juga minta seluruh Bupati dan Wali Kota di Jateng terus bergerak melakukan tracking secara serius untuk menanggulangi penyebaran yang ada. Langkah itu sebagai tindakan preventif sampai ke tingkat bawah. Termasuk melibatkan unsur RT/RW, lurah, camat, kelompok PKK, dasa wisma hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Tidak boleh tinggal diam, harus bergerak melakukan langkah preventif agar masyarakat sadar sadar akan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari penularan virus corona,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here