BERBAGI
Ilustrasi pixabay.com

“Hasilnya sama dengan yang dijual pabrikan dan harganya jauh lebih murah,”

Serat.id – Minimnya Alat Pelindung Diri (APD) yang dibutuhkan tenaga tenaga medis saat menangani pasien corona membuat rumah sakit umum daerah RSUD Moewardi Solo memproduksi sendiri. Tercatat rumah sakit tersebut mampu memproduksi hingga 250 APD berstandar pabrikan dengan bahan baku Polypropylene Spundbound, yang bisa digunakan untuk para tenaga medis setempat.

“APD ini sulit dicari, bahkan di beberapa daerah ada yang teriak-teriak kekurangan APD sampai pakai mantel. RSUD Moewardi berhasil membuat inovasi dan kreatifitas dengan membuat APD sendiri yang hasilnya sama dengan yang dijual pabrikan dan harganya jauh lebih murah,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat mengenalkan APD di Kantor Dinas Kesehatan Jateng, Senin, 23 Maret 2020.

Baca juga : Covid-19 Mewabah, Ini Saran AJI Semarang Untuk Pekerja Media

Pasien Covid-19 di Jateng Terus Meningkat, Ini Imbauan Gubernur Ganjar

AJI Desak Pemerintah Transparan dan Terbuka Informasi Covid-19

Ganjar mengaku sedang berusaha mencari terobosan baru dalam rangka pemenuhan masker. Sedankan persoalan hand sanitizer, beberapa perusahaan dan pelajar sudah menemukan cara membuatnya sehingga dapat dipenuhi.

“Silahkan rumah sakut di seluruh Jateng koordinasi dengan Dinkes apabila kekurangan APD. Kalau ada yang ingin belajar membuatnya sendiri juga boleh, datang langsung ke Moewardi,” kata Ganjar menjelaskan.

Menurut Ganjar, sudah saatnya pemerintah daerah berusaha untuk berinovasi dan berkreasi dalam rangka menangani penyebaran virus corona ini. Pemerintah daerah dinilai tak layak hanya mengandalkan pemerintah pusat dan hanya berpangku tangan. Ia berharap Pemda harus kreatif dan inovatif untuk memecahkan masalah sendiri.

“Yakinlah dengan doa, ketekunan dan kemauan, semua pasti ada jalan,” katanya.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Moewardi, Bambang S.W mengatakan, ide pembuatan APD secara mandiri tersebut muncul dari kesulitannya mencari APD di pabrikan. Rumah sakit kemudian mencari bahan yang digunakan pabrikan untuk membuat APD itu.

“Ternyata bahannya ada. Kemudian kami beli dan kami jahit sendiri. Hasilnya ternyata bagus dan sesuai standar,” kataBambang.

Dalam sehari RSUD Moewardi mampu memproduksi 200 hingga 250 pack APD. Hasil pembuatan APD itu kemudian digunakan untuk keperluan pribadi rumah sakit. “Kalau rumah sakit lain membutuhkan, kami juga siap membantu. Kalau ada yang mau belajar membuatnya, kami juga siap mengajari,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here