BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Pedagang es teh keliling itu teringat anak-istrinya yang sudah dua hari tidak makan ta ada pemasukan dari penghasilannya yang mulai macet.

Serat.id – Kadir, warga yang tinggal di daerah Semarang Utara, tak kuasa menahan air mata usai menerima sebungkus menu makan siang dari petugas antor gubernuran Jawa Tengah, Kamis 2 April  2020 siang tadi. Pedagang es teh keliling itu teringat anak-istrinya yang sudah dua hari tidak makan tak ada pemasukan dari penghasilannya yang mulai macet.

“Gimana ya, anak-istri saya sudah dua hari belum bisa makan. Alhamdulillah sekali ada pembagian ini,” kata Kadir lirih, dengan air mata beruai.

Baca juga : Kota Tegal Berlakukan Lockdown, Ini Keluhan Pedagang Kecil

Covid-19 Mewabah, Ini Saran AJI Semarang Untuk Pekerja Media

Kamis siang tadi ia sengaja datang ke halaman kantor Gubernur Jawa Tengah setelah mendengar dari temannya ada pembagian makan siang gratis. Ia mengayuh sepeda angin di tengah gerimis mengguyur Kota Semarang. Bukan tanpa alasan ia memburu pembagian menu maan siang itu untuk anak istri.

“Saya bersama teman dari pelabuhan (Tanjung Emas) langsung ke sini,” ujar Kadir menambahkan.

Kadir biasa menjajakan es teh keliling di Kawasan Kota Lama Semarang. Namun sudah hampir 1,5 bulan ini ia tidak berjualan karena ada penutupan di Kota Lama. Selama itu juga ia tidak mendapat pemasukan yang pasti.

Dari menu makan siang yang dibagikan  oleh pemerintah Jateng itu Kadir seakan menemukan setets air di tengah padang pasir. Sebuah rezeki yang tak terduga saat ia krisis keuangan, meski sifatnya hanya sementara.  

Rasa haru juga dirasakan Bejo, warga Kampung Batik, Semarang Timur, mengatakan bantuan makan siang gratis tersebut dapat sedikit membantu menyambung makan ditengah krisis akibat wabah Covid-19.

“Ada sedikit untuk menyambung harian makan. Susah cari makan sekarang. Hari ini belum dapat penumpang,” kata Bejo yang saban hari bekerja menarik becak.

Ia mengaku sejak ada wabah Covid-19, ia mengalami sepi penumpang, bahkan dalam satu pekan ini baru tiga kali ia menarik becak dengan pendapatan yang masih kurang untuk memenuhi kebutuhan harian..

“Biasanya saya bisa sampai tiga kali sehari, namun sekarang ada orang yang naik becak” ujar Bejo menjelaskan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan telah menyiapkan anggaran Rp1,4 triliun untuk penanganan covid-19. Anggaran akan dipergunakan sebagai bantuan sosial pada masyarakat.

“Ada sekitar 1,8 juta masyarakat yang kami jadikan sasaran untuk program bantuan sosial itu. Anggaran Rp1,4 triliun tersebut, sebagian besar yakni Rp1 triliun lebih kami alokasikan untuk itu (bantuan sosial),” kata Ganjar.

Menurut dia, pembahasan keuangan itu ditargetkan selesai secara administratif sehingga penyerahan bantuan sosial bisa segera dilakukan.

Menurut dia, bantuan sosial ini diberikan Rp200 ribu per bulan, selama tiga bulan berturut-turut. Ia berharap bantuan bukan berupa uang tunai, melainkan barang atau kebutuhan pokok. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here