BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

.Jika tak siap, Physical Distancing  justru menimbulkan stres sehingga menaikan kadar hormon kortisol dapat mengganggu kerja sistem imun dalam melawan infeksi.

Serat.id – Penerapan isolasi mandiri di dalam rumah dalam menghadapi wabah Corona atau Covid-19 dinilai bisa memicu penurunan imun atau daya  tahan tubuh.  Jika tak siap, Physical Distancing  justru menimbulkan stres sehingga menaikan kadar hormon kortisol dapat mengganggu kerja sistem imun dalam melawan infeksi.

“Ketika seorang kurang gerak bisa menurunkan imun dan meningkatkan risiko infeksi. Tak hanya itu, isolasi mandiri bisa memicu stres. Apabila terjadi stres berkepanjangan produksi hormon kortisol dapat meningkat,” kata Dosen Fakultas Kedokteran Universits Muhammadiyah Semarang (Unimus), Muslimah, kepada serat,id belum lama ini.

Baca juga : Kota Tegal Berlakukan Lockdown, Ini Keluhan Pedagang Kecil

Gubernur Ganjar Sebut Kebijakan Kota Tegal Hanya Isolasi Terbatas

Darurat Sipil, Salah Kaprah Menghadapi Covid-19

Muslimah menjelasan jika seorang yang melakukan isolasi mandiri selama wabah virus korona justru membuat tubuh rentan minim beraktivitas.  Karena kadar hormon kortisol yang tinggi dapat mengganggu kerja sistem imun dalam melawan infeksi.

“Untuk itu diperlukan upaya untuk mengelola stres dengan baik supaya sistem imun tetap terjaga dan kuat untuk melawan infeksi virus corona,” kata Muslimah menambahkan.

Ia menyarankan  perlu mengelola stres dengan baik agar selama Physical Distancing tak mengalami penurunan imun. Karena Stres bisa dikendalikan dengan hal yang sederhana. Secara kejiwaan misalnya dengan meningkatkan keimanan, memandang dengan cerdas wabah virus korona, tidak panik dan optimis bahwa ujian wabah virus korona akan segera berakhir.

Muslimah juga menyarankan secara fisik harus rutin berolahraga, dengan pertibangan dengan berolahraga terbukti mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan peradangan. Bahkan olahraga yang dilakukan secara teratur memiliki efek yang lebih baik terhadap sistem imun dibandingkan olahraga yang hanya sesekali.

“Jadi sempatkanlah untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari atau minimal seminggu 3-4 kali. Adapun waktu olahraga bisa dilakukan pagi atau sore hari. Karena dengan menjaga daya tahan tubuh diyakini bisa menghalau infeksi virus corona,” kata Muslimah menjelasan.

Aktivitas olahraga bisa merangsang kinerja antibodi dan sel-sel darah putih. Sel darah putih merupakan sel kekebalan tubuh yang melawan berbagai penyakit. Termasuk dengan berolahraga sel darah putih bisa bersirkulasi lebih cepat. Dengan demikian, sel-sel tersebut bisa lebih awal untuk mendeteksi penyakit.

“Olahraga juga bisa membantu mengeluarkan bakteri dari paru-paru dan saluran pernapasan. Kondisi inilah yang bisa mengurangi risiko terjangkit batuk, demam, sesak nafas atau penyakit lainnya,” katanya. (*) SJM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here