BERBAGI
Ilustrasi, Pixabay.com

Pemerintah Kota Semarang dan Jawa Tengah sudah semestinya lebih serius dalam melakukan revolusi mental para pejabatnya

Serat.id – Kepala Disnaker Kota Semarang, Sutrisno membebastugaskan Mahendra Hakim, yang sebelumnya  menjadi mediator hubungan industrial di kantor dinas tenaga kerja setempat.  Mahendra dianggap melecehkan perjuangan buruh lewat statusnya di aplikasi WhatsApp pada tanggal 16 April 2020 lalu.

“Saat itu status Mahendra mengomentari instruksi aksi besar buruh menolak Omnibus Law pada tanggal 30 April nanti dengan kata-kata yang tidak pantas,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Tengah, Aulia Hakim, kepada Serat.id, Senin 20 April 2020.

Baca juga : Ini Alasan Buruh Segel Kantor Disnakertrans Jateng

Ini Sikap Buruh Tentang RUU Omnibus Law

Buruh Walkout Rapat Koordinasi Saat Bahas Omnibus Law

Menurut Aulia, dalam statusnya Mahendra menyebut aksi penolakan Omnimbus Low tersebut dikatakan sebagai gerakan yang tidak peduli terhadap investasi dan menggambarkannya tidak pantas.

Aulia menyatakan status Mahendra menunjukan bahwa mental pejabat negara, khususnya Disnaker Kota Semarang dan Jawa Tengah sangatlah buruk. “Maka Pemerintah Kota Semarang dan Jawa Tengah sudah semestinya lebih serius dalam melakukan revolusi mental para pejabatnya agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” kata Aulia menjelaskan.

FSPMI mempertimbangkan ke ranah hukum, meski Mahendra sudah mendapatkan sanksi administrasi dari kantornya.  Sebelumnya sejumlah aktivis buruh mendatangi Kantor Disnaker Kota Semarang  menuntut pertanggungjawaban Kepala dinas agar Mahendra dipecat terkait statusnya yang dianggap melecehkan buruh.

“Status yang disampaikan oleh Mahendra bukan hanya persoalan FSPMI, tapi menjadi persoalan bagi buruh di Kota Semarang,” kata Deny Andrianto, Ketua FSP KAHUTINDO Jawa Tengah.

Mahendra sendiri telah menyampaikan permohonan maaf atas status yang ia unggah dan dianggap melecehkan buruh. “Mohon maaf sebesar besar atas status WA jika itu dianggap  meresahkan teman-teman FSPMI baik secara pribadi dan organisasi,” kata Mahendra  dalam sebuah rekaman video.

Ia menyatakan status yang berujung pada kemarahan buruh itu jadi pelajaran bagi dirinya. “Ke depan lebih hati-hati,” kata Mahendra. Mahendra berharap  hubungan dengan organsiasi buruh yang selama ini ia anggap cukup baik bisa tetap berlanjut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here