BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Sampai saat ini tidak terbukti terdapat warga yang positif Covid-19.

Serat.id – Warga Dusun Jurug, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang mengeluh karena hasil tanamannya tidak laku sejak diisukan pernah disambangi orang yang telah dinyatakan positif Corona atau Covid-19.  Hal itu disampaikan Camat Getasan, Seno Wibowo, yang merasa prihatin dengan kondisi warga Dusun Jurug karena hasil pertanian mereka tidak ada yang membeli.

“Mayoritas warga memang petani, sangat berimbas dampaknya. Banyak pembeli yang takut. Hasilnya, tidak ada yang mau membeli,” kata Seno Wibowo, Selasa, 21 April 2020 .

Baca juga : Ini Sejarah Konflik Agraria Antara Petani Dayunan Dengan Perusahaan Perkebunan

Petani Pemalang Tuntut Percepatan Redistribusi eks HGU

Tentara Pukuli Petani Desa Brencong Kebumen

Ia berharap masyarakat kembali membeli hasil pertanian warga Dusun Jurug. Karena sampai saat ini tidak terbukti terdapat warga yang positif Covid-19. Para pembeli bisa bertransaksi dengan rasa aman.

“Sampai saat ini tidak terbukti ada warga yang positif Covid-19. Untuk itu saya minta agar jangan khawatir kalau ingin membeli hasil pertanian di Dusun Jurug,” ujar Seno menambahkan.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Riska Dwi Prasetyo, juga merasa prihatin dengan yang dialami petani Dusun Jurug. Riska menyatakan seharusnya dalam kondisi yang berat seperti ini masyarakat bersatu  tak menyebarkan isu menyesatkan.

“Kita harus menghadapi ini dengan bersama-sama. Jangan sampai kita saling mengalahkan dan mengucilkan,” ujar Rsika.

Ia menjelaskan semua warga adalah keluarga, baik mereka yang status OTG, ODP, PDP, maupun yang positif harus di support agar mampu melewati wabah virus corona.  Apa lagi Corona bisa disembuhkan dan bukan aib yang harus disembunyikan.

“Jangan sampai ada yang dikucilkan. Kita harus hadapi secara bersama-sama,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here