BERBAGI
Ilustrasi borgol. (pixabay.com)

Direktur CV Sarana Perkasa terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana perpajakan.

Serat.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang menjatuhkan vonis 1 tahun 8 bulan penjara serta denda 2,87 M subside 3 bulan kurungan kepada Andi Widyo Muhtarom. Andi merupakan Direktur CV Sarana Perkasa terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana perpajakan.

“Dalam kurun waktu 1 Januari 2014 hingga 31 Desember 2016, Ia tidak menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dipungutnya dari lawan transaksi ke kas negara,” tulis keterangan resmi hasil persidangan, hari Rabu (6/5/2020) pekan lalu.

Baca juga : Ini Alasan Kementerian Dalam Negeri Belajar Pembangunan di Kota Semarang

Penggemar Burung Minta Kementrian LHK Revisi Aturan

Perbuatan Andi telah menimbulkan kerugian pada pendapatan negara mencapai Rp1,043 miliar. Andi dijerat dengan Pasal 39 ayat (1) huruf i UU Nomor 6 Tahun 1983 sebagaimana diubah terakhir dengan UU Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Sedangkan putusan yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada terdakwa lebih ringan dibanding dengan tuntutan sebelumnya. Pasalnya Jaksa Penuntut Umum menuntutnya dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara.

Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I, Suparno mengapresiasi kepada para Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Pajak atas keberhasilan dalam mengungkap kecurangan terdakwa. Ia berharap kasus ini dapat dijadikan pelajaran bagi wajib pajak lain.

“Saya benar-benar berharap wajib pajak kita mengambil pelajaran dari perkara ini. Di samping memberikan pelayanan prima, petugas kami akan terus jeli melakukan pengawasan. Kami juga tidak akan segan melakukan penegakan hukum.”  Kata Suparno. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here