BERBAGI
Ilustrasi, Dewan Per

Pemberian THR kepada wartawan adalah menjadi kewajiban setiap perusahaan pers kepada pegawai atau wartawannya.

Serat.id –   Dewan Pers  tidak mentolerir adanya praktek buruk wartawan, perusahaan pers, atau organisasi wartawan yang meminta-minta sumbangan, bingkisan ataupun tunjangan hari raya (THR) saat memasuki lebaran Idul Fitri 1441 hijriah.

Dewan Pers menegaskan pemberian THR kepada wartawan adalah menjadi kewajiban setiap perusahaan pers kepada pegawai atau wartawannya. “Bila ada oknum wartawan yang mengaku dari media ataupun sebuah organisasi wartawan menghubungi wajib untuk menolaknya,” kata Ketua Dewan Pers M Nuh, dalam keterangan resmi, Senin 18 Mei 2020 kemarin.

Baca juga : Dewan Pers Kecam Kekerasan dan Penghalangan Kerja Wartawan 

Dewan Pers Tangani 20 Aduan Soal Pemberitaan Pilkada

AJI Indonesia Desak Polda Jateng Limpahkan Kasus Serat.id ke Dewan Pers

M Muh mempersilahkan agar publik mengadukan ke lembaganya jika ada wartwan meminta dengan cara memaksa, memeras, dan atau bahkan mengancam.

“Sebaiknya mencatat identitas atau nomor telepon atau alamat mereka dan melaporkannya ke kantor polisi terdekat,” kata M. Nuh menegaskan.

Menurut dia, Dewan Pers menyediakan saluran komunikasi dan koordinasi lebih lanjut melalui sejumlah nomor telepon, di antaranya  Hendry CH. Bangun, Wakil Ketua Dewan Pers dengan nomor telepon 0811-103-096 dan Agung Dharmajaya, Anggota Dewan Pers lewat nomor 0811-812-099.

Larangan Dewan Pers bagi semua pihak di luar perusahaan media agar tidak melayani permintaan THR itu untuk menghindari penipuan dan penyalahgunaan profesi wartawan. Sedangkan imbauan yang dilakukan dilandasi sikap moral dan etika profesi dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakan integritas serta menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme kewartawanan.

“Juga untuk mendukung upaya pemberantasan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme,” ujar M. Nuh menjelaskan.

Tercatat organisasi perusahaan pers dan organisasi wartawan yang telah terverifikasi serta menjadi konstituen Dewan Pers adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Alians Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) merupakan konstituen Dewan Pers mewakili unsur organisasi wartawan di Indonesia.

Sedangkan Perusahaan Radio Siaran Swata Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Serikat Perusahaan Pers (SPS) merupakan konstituen Dewan Pers mewakili unsur asosiasi perusahaan pers di Indonesia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here