BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Tertuang dari  seminar secara online lewat Webinar dengan tema Penyelamatan Indonesia dari Pandemik Covid- 19 pada Minggu 17 Mei 2020.

Serat.id –  Sejumlah ahli telah merekomnedasikan sejumlah langkah sebagai upaya menyelamatkan publik dari pandemi Covid-19. Hal itu tertuang dari  seminar secara online lewat Webinar dengan tema Penyelamatan Indonesia dari Pandemik Covid- 19 pada Minggu 17 Mei 2020.

Kegiatan yang digelar atas kerja sama alumni Jurusan Biologi angkatan  1990 Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Kelompok Keilmuan Genetika dan Bioteknologi  Molekuler Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB menghasilkan sejumlah rekomndasi. Di antaranya adalah mendorong pemerintah untuk terus menemukan orang terinfeksi, meningkatkan kapasitas pemeriksaan, membuat kurva Covid-19 sesuai dengan kaidah epidemiologi.

“Termasuk  menyiapkan rumah sakit jika terjadi wabah gelombang kedua, meningkatkan alokasi anggaran untuk penelitian Covid-19, dan mempertimbangkan kembali rencana pelonggaran PSBB karena akan memicu gelombang infeksi yang lebih luas,” kata Rahmania Admirasari, sebagai moderator webinar, dalam keterangan resmi,  Selasa, 18 Mei 2020.

Fenny menyebutkan ada lima pakar hadir sebagai pembicara, mengupas pandemik Covid-19 dari perspektif epidemiologi, karakteristik virus, serta pengembangan alat diagnostik virus dalam kaitan  bagaimana perspektif keilmuan beserta hasil-hasil riset seharusnya menjadi dasar kebijakan  pemerintah.

Di antaranya Beben Benyamin, PhD, dosen biostatistik dari Australian Centre for Precision  Health, University of South Australia menyoroti klaim pemerintah tentang kurva yang  melandai. Serta Dr. Neni Nuraeni dari PT Biofarma secara khusus menyampaikan kemajuan dan tantangan pengembangan vaksin dan rapid test buatan Indonesia.

Selain mendorong mendorong pemerintah untuk terus menemukan orang terinfeksi lewat  meningkatkan kapasitas pemeriksaan, membuat kurva -19 sesuai dengan kaidah epidemiologi, serta  menyiapkan rumah sakit. Narasumber merekomendasikan para peneliti agar membantu pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pemeriksaan dengan berinovasi mengembangkan alat testing non PCR yang lebih murah. Juga menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai dasar pembuatan kebijakan penanganan Covid-19.

“Indonesia harus selamat dari pandemik COVID-19. Sekarang saatnya pemerintah mendengarkan para scientists”, kata Rahmania Admirasari menjelaskan.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Bernardus Wisnu Widjaja, yang juga menjabat Koordinator Bidang Perencanaan dan Analisis Situasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan pemerintah telah bekerja sama dengan para ahli dan peneliti selama wabah ini.

“Kami meminta agar masyarakat terus menerapkan jaga jarak, menggunakan masker, dan perilaku higienis sebagai tata kehidupan baru, karena Covid-19 mungkin tidak akan hilang,” kata Wisnu.

Baca juga : Ini Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kesejahteraan Anak

Isu Corona Sebabkan Panen Petani Ini Tak Laku

Ini Awal Penularan Covid-19 ke Tenaga Medis di Salatiga

Sedangkan Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Barat,  M.Taufiq sebagai keynote speech, menyampaikan kehadiran pemerintah dalam webinar ini diharapkan menjembatani dialog dan kerja sama yang lebih baik dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam upaya mengatasi pandemik Covid-19.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here