BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Di Pasar Kobong yang ditemukan ada 26 warga positif Covid-19, mereka yang positif tertular itu dari Demak.

Serat.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menginstruksikan kepada seluruh bupati dan walikota menutup mall, supermarket ataupun pasar jika pengelola tidak bisa melakukan pengontrolan ketat terhadap pengunjung. Intruksi Gubernur Jateng itu terkait lonjakan kasus cukup besar, khususnya di Pasar Kobong Kota Semarang yang diduga akibat keteledoran

“Untuk bupati dan walikota se Jawa Tengah, agar rasa-rasanya dalam dua hari ini akan ada banyak kerumunan orang belanja ketati saja,” kata Ganjar, Jumat 22 Mei 2020.

Baca juga : Ini Rekomendasi Ahli selamatkan Indonesia Dari Pandemi Covid-19

Ini Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Kesejahteraan Anak

Ini Awal Penularan Covid-19 ke Tenaga Medis di Salatiga

Menurut Ganjar lonjakan keramaian di berbagai tempat dalam tiga hari terakhir, khususnya di tempat perbelanjaan menimbulak penularan Covid-19.  Bahkan Ganjar menginstruksikan agar bupati maupun walikota tidak segan melakukan penutupan. Menurut Ganjar saat ini situasinya sudah semakin membahayakan, terlebih di pusat-pusat keramaian. 

“Saya minta yang tidak bisa melakukan pengontrolan ketat pada mereka yang hendak belanja di pasar, mall, supermarket, lebih baik tutup saja,” kata ganjar menegaskan.

Tercatat di Kota Semarang terjadi lonjakan kasus secara signifikan akibat masyarakat masih nekad berkunjung ke pasar, mall maupun supermarket. Salah satu kejadiannya berada di Pasar Kobong yang ditemukan ada 26 warga positif Covid-19, mereka yang positif tertular itu dari Demak.

Selain penutupan mall dan pasar, Ganjar juga meminta agar para pemimpin daerah kompak menginstruksikan warganya untuk menjalankan sholat IdulFitri di rumah.

“Saya berharap semua mengajak yuk sholat id di rumah. Lagipula Majelis Ulama Indonesia sudah memberikan guidennya. Sehingga kita akan lebih tenang,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here