BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Membantu pasien kanker payudara mendapatkan akses terapi yang dibutuhkan dengan cara mudah dan nyaman

Serat.id – Salah satu produsen Pfizer Indonesia mengumumkan kerja samanya dengan Halodoc sebagai platform kesehatan dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) meluncurkan sebuah solusi digital inovatif untuk pasien kanker payudara metastatik.

Inovasi layanan digital itu bernama ASA DARA, sebagai program bantuan pasien unik berbasis digital yang diperkenalkan oleh Pfizer untuk membantu pasien kanker payudara mendapatkan akses terapi yang dibutuhkan dengan cara mudah dan nyaman di Indonesia.

“ASA DARA memberikan layanan yang nyaman bagi pasien untuk dapat mengakses program bantuan pasien melalui platform ekosistem kesehatan digital yang dikelola oleh Halodoc dan YKI,” kata President Director  PT Pfizer Indonesia, Anil Argilla, dalam keterangan resmi yang diterima serat.id, Kamis 28 Mei 2020.

Baca juga : Hadapi Kanker, Kota Semarang Terapkan Kantin Sehat di Sekolah

Cerita Dari Markas Pejuang Melawan Kanker

Anil menyebut program itu memberi kemudahan pasien berkonsultasi dengan dokter spesialis kanker. Tak hanya itu pasien juga mendapat resep terapi kanker payudara Pfizer, serta akses untuk mendapatkan keringanan dalam membeli obat dan layanan antar dari apotek resmi ke rumah pasien.

“Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membeli (affordability) dan kepatuhan pengobatan pasien,” kata Anil menambahkan.

Meurut Anil, pendekatan layanan pasien yang inovatif termasuk program membantu pasien mendapatkan obat-obatan sebagai terobosan terbaru. Program itu semakin relevan pada saat kita beraktivitas di lingkungan baru dengan mobilitas terbatas karena ancaman global pandemi Covid-19. 

“Kerja sama kami bersama YKI dan Halodoc mencerminkan komitmen bersama kami bagi pasien yang akan berlanjut di masa depan dalam rangka mendukung sistem kesehatan Indonesia guna memberikan solusi perawatan kesehatan inovatif melalui teknologi digital,” kata Anil menjelaskan.

CEO of Halodoc, Jonathan Sudharta, mengatakan peluncuran program kemitraan membantu pasien kanker itu untuk menciptakan manfaat bagi pasien kanker payudara. “Dan akan semakin emperkuat ekosistem kesehatan digital di Indonesia,” kata Jonathan.

Ia berharap manfaat yang diciptakan lewat rogram itu dapat mengatasi tantangan yang dihadapi pasien Indonesia. “Dalam hal akses terhadap terapi inovatif, dengan memberikan mereka layanan yang lebih sederhana dan nyaman,” kata Jonathan menjelaskan.

Tercatat kanker payudara adalah salah satu bentuk kanker paling umum di dunia. Studi Globocan tahun 2018 menyebut penyakit  itu menempati urutan pertama dalam kasus kanker yang dilaporkan di Indonesia. Angka kasus mencapai 58.256 kejadian baru pada tahun 2018 dan menempati urutan kedua sebagai penyebab kematian kanker dengan angka 22.692 kasus setelah kanker paru-paru. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here