BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Anjuran itu dikeluarkan terkait sejumlah kasus Covid-19 yang masih terus bertambah.

Serat.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan anjuran mengenai kegiatan belajar mengajar pada masa pandemi Covid-19. Anjuran itu dikeluarkan terkait sejumlah kasus Covid-19 yang masih terus bertambah.

“Selain itu mulai melonggarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang  kemungkinan terjadi lonjakan jumlah kasus kedua dan masih sulitnya menerapkan pencegahan infeksi pada anak-anak,” kata ketua IDAI, Aman B. Pulungan, Minggu 31 Mei 2020.

Baca juga : KPAI Sebut 76,7 Persen Anak Tak Suka Belajar Dari Rumah

Belajar bersolidaritas dari Posko Madhang Waras 

Menemukan Rumah Kembali

Aman menyatakan organisasinya mendukung dan mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjadikan rumah sebagai sekolah dan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orang tua dalam proses belajar mengajar.

IDAI menganjurkan agar kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan melalui skema pembelajaran jarak jauh (PJJ) baik secara dalam jaringan maupun luar jaringan, menggunakan modul belajar dari rumah yang sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut dia, anjuran melanjutkan PJJ ini akan dievaluasi secara berkala mengikuti perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Dengan mempertimbangkan antisipasi lonjakan kasus kedua, sebaiknya sekolah tidak dibuka setidaknya sampai bulan Desember 2020.

“Pembukaan kembali sekolah-sekolah dapat dipertimbangkan jika jumlah kasus COVID-19 telah menurun,” kata Aman menambahkan.

Namun jika sudah memenuhi syarat epidemiologi untuk kembali membuka sekolah, maka IDAI menghimbau agar semua pihak dapat bekerja sama dengan cabang-cabang IDAI sesuai dengan area yang sudah memenuhi syarat pembukaan.

Perencanaan meliputi kontrol epidemi, kesiapan sistem layanan kesehatan dan sistem surveilans kesehatan untuk mendeteksi kasus baru dan pelacakan epidemiologi. Sedangkan untuk keperluan ekstrapolasi data secara akurat, IDAI menyarankan agar pemerintah dan pihak swasta melakukan pemeriksaan rt-PCR secara masif sebanyak 30 kali lipat dari jumlah kasus konfirmasi Covid-19, termasuk juga pada kelompok usia anak.

“IDAI akan terus melakukan pemantauan situasi langsung melalui cabang-cabang IDAI dan akan terus melakukan kajian dan memberikan rekomendasi sesuai perkembangan situasi terkini,” kata Aman menjelaskan.

Sekretaris umum IDAI, Hikari Ambara Sjakti menyatakan organisasinya mengharapkan agar masyarakat serta berbagai pihak penyelenggara pendidikan dan pembuat kebijakan dapat mengutamakan aspek kesehatan dan pencegahan penularan penyakit dalam membuat berbagai perencanaan menuju tatanan kehidupan normal baru. “Termasuk dalam penyelenggaraan pendidikan,” kata Hikari.

Menurut dia, IDAI siap bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mempersiapkan tatanan kehidupan normal baru yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan anak Indonesia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here