BERBAGI
Peresmian gerai Multi Ekspres oleh Muhammadiyah Jateng dan Asperindo. (dok Asperindo)

Komunikasi para pejabat kepada masyarakat satu irama dan tidak bertentangan satu sama lain

Serat.id– Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mukti, menyarankan pemerinta pusat agar mampu mengcounter sejumlah narasi yang selama ini menyesatkan publik. Sejumlah narasi yang dimaksud munculnya berita menyesatkan di berbagai media selama pandemi ini.

“Baik menyangkut isu konspirasi, China dan lain-lain,” kata Abdul Mukti, saat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo bersama delapan tokoh lintas agama di istana negara, Selasa, 2 Juni 2020 petang tadi.

Baca juga : Idul Fitri Saat Pandemi, Muhammadiyah : Sholat Id Bisa dilakukan di Rumah

Muhammadiyah Jateng Rintis Jasa Pengiriman

Abdul Mukti berharap agar komunikasi para pejabat kepada masyarakat satu irama dan tidak bertentangan satu sama lain. “Kita di lapangan mengalami kesulitan menghadapi masyarakat kalau hal ini berlangsung terus menerus,” kata Abdul Mukti menjelaskan.

Presiden Joko Widodo mengakui pada awal pandemi pemerintah sangat berhati-hati dan mengumumkannya secara soft kepada masyarakat, hal itu mengacu saran dari para pakar yang menytakan  kepanikan masyarakat akan menurunkan 50 persen imunitas.

“Jadi bukan pemerintah tidak serius, tapi lebih karena kehati-hatian itu. Lihat saja, bahkan negara besar seperti USA pun mengalami kerusuhan berkepanjangan”, kata Presiden Joko Widodo.

Tercatat pertemuan itu juga dihadiri oleh H  Helmy Faishal Zaini (PBNU), KH. Muhyiddin Junaidi (MUI), Pdt. Gomar Gultom (PGI), Ignatius Kardinal Suharyo (KWI), Wisnu Tenaya (PHDI), Arief Harsono (Permabudhi) dan Xs Budi Santoso Tanuwibowo (Matakin). (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here