BERBAGI
Aksi Demontrasi Mahasiswa Semarang, 24 Sepetember 2019, Dwi Larasati/serat.id

Uang kuliah tunggal tidak dapat dirasakan manfaatnya selama pembelajaran secara Daring saat terjadi pandemi Covid-19

Serat.id – Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) minta kampusnya mengembalikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang sedianya diperuntukan sebagai pembiayaan terhadap Biaya Langsung (BL). Mahasiswa menilai uang kuliah tunggal tidak dapat dirasakan manfaatnya selama pembelajaran secara Daring saat terjadi pandemi Covid-19.

“Kami minta dikembalikan secara utuh 100 persen,” kata Ignatius Rhadite, juru bicara Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), dalam keterangan resmi yang diterima serat.id, Rabu, 3 Juni 2020

Baca juga : Mahasiswa Unnes minta pengembalian UKT minimal 50 persen

Ketika Mahasiswa Tak Percaya pada Wakil Rakyat

Mahasiswa Semarang Raya Tolak Pelemahan KPK dan Pengesahan RKUHP

Menurut Rhadite, mahasiswa juga minta transparansi keuangan kampus yang digunakan selama masa perkuliahan daring. “Khususnya mengenai UKT mahasiswa yang telah dibayarkan penuh, tetapi hak yang didapat tidak maksimal karena perkuliahan daring,” kata Rhadite menambahkan.

Mahasiswa juga minta kampus meninjau kembali terhadap kondisi ekonomi mahasiswa, khususnya bagi mahaisswa yang keluarganya terdampak langsung akibat pandemi Covid-19.  Peninjauan itu dengan syarat tanpa dipersulit oleh administrasi dan persyaratan yang berbelit-belit.

Tak hanya itu, mahasiswa juga minta kampus mengevaluasi perkuliahan daring secara berkala serta menjamin agar perkuliahan daring tidak terlalu memberatkan mahasiswa, tetapi harus di imbangi juga dengan transformasi ilmu dari dosen.

Mahasiswa memastikan pemberian subsidi kuota secara merata dan berkeadilan untuk menunjang perkuliahan daring. “Serta menjamin tidak ada pengeluaran tambahan selama masa perkuliahan berbasis daring” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here