BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Upaya mengatur santri dan  para pengasuh dalam menjalankan aktivitas di lingkungan Ponpes saat pandemi Covid-19.

Serat.id – Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang, persiapan memulai aktivitas belajar mengajar pada  20 Juni 2020 mendatang. Namun pesantren  itu mengeluarkan “Maklumat Tegalrejo” sebagai upaya mengatur santri dan  para pengasuh dalam menjalankan aktivitas di lingkungan Ponpes saat pandemi Covid-19.

“Maklumat Tegalrejo diterbitkan setelah dilakukan musyawarah, serta meminta masukan dari RMI, Persatuan Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyyah Kaaffah (P4SK), maupun pemerintah daerah” kata Ketua Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah, KH Nur Machin Chudlory, atau akrap disapa Gus Machin,  Minggu 7 Juni 2020.

Gus Machin, yang juga pengasuh Ponpes Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salaf Tegalrejo Magelang, mengatakan maklumat itu berisi sejumlah syarat yang harus dipenuhi santri untuk bisa kembali ke pesantren.

Berita terkait : New Normal di Pesantren, Gus Machin : Mohon Puskesmas Fasilitasi Kesehatan Santri

“Di antaranya adalah melakukan karantina mandiri dulu di rumahnya selama 14 hari. Ini juga harus dibuktikan dengan surat keterangan RT dimana santri tinggal,” ujar Gus Machin.

Setelah itu santri juga harus dalam kondisi sehat, dengan bukti surat keterangan dari Puskesmas. “Saat tiba di pesantren, juga di cek suhu tubuh, wajib memakai masker, dan cuci tangan,” ujar Gus Machin menambahkan.

Santri Tegalrejo, kata Gus Machin, dijadwalkan akan masuk ke pesantren pada 28 Syawal, atau 20 Juni 2020. Mereka yang akan masuk pada tanggal tersebut, sudah harus melakukan karantina mandiri sejak 6 Juni 2020.

Menurut Gus Machin,  aturan masuk pondok tanggal 20  itu pun baru khusus santri di Magelang. Sedangkan daerah lain bergilir sesuai tanggal yang ditentukan. Ia menjelaskan agar bisa menampung kembali santri khusus dari Jawa Tengah diperlukan waktu sekitar 10 hingga 15 hari.

Baca juga : Jelang Hari Santri, Jokowi Sambangi Ponpes Girikusumo

Perda Penyelenggaraan Pendidikan Didorong Melindungi Madrasah dan Ponpes

“Untuk yang luar Jawa Tengah, seperti dari Jawa Timur atau Jawa Barat, kita terus berkoordinasi dengan pemerintah. Arahannya nanti seperti apa,” katanya.

Pengelola pesantren Tegalrejo juga sudah berkoordinasi dengan para masyayikh. Salah satunya untuk sementara mengaji di tempat asal santri.  Misal yang dari Cirebon, dan sekitarnya juga ada banyak pondok atau yang dari Kediri yang pasti ngaji harus terus jalan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here