BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Hendy menyebut tertularnya ASN itu resiko tugas saat mereka bekerja.

Serat.id – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendy menyatakan pelayanan kepada publik  tetap berjalan, meski terdapat 20 aparatur sipilnnya, termasuk 10 di antaranya pejabat struktural yang positif Covid-19.  Hendy menyebut tertularnya ASN itu resiko tugas saat mereka bekerja.

“Tugas kita memberi semangat dan suport mengupayakan mereka kembali sehat,” kata Hendy Kamis, 11 Juni 2020 siang tadi.

Berita terkait : Puluhan ASN dan Pejabat Pemkot Semarang Positiv Covid-19

Puluhan ASN Kota Semarang terinfeksi Covid-19, Ini Kemungkinan Penularannya

Ia mengatakan pelayanan di lingkungan perkantoran kota semarang tetap berajalan dengan dimodiikasi lewat online. “Jika masyarakat yang belum memahami tekhnologi kami layani ofline dengan standar kesehatan tentunya,” kata Hendy menambahkan.

Temuan ASN dan pejabat yang positif Covid-19 menjadikan dia menerbitkan surat edaran di  lingkungan Pemkot Semarang, tentang tata kerja dan sistem kerja.

Isi surat edaran itu meliputi kewajiban memakai masker, juga wajib sarung tangan bagi ASN yang sedang bekerja. Selain itu minta masing-masing kantor dinas membenahi terutama dalam pengaturan kapasitas tempat kerja. Serta jarak meja kerja yang tak hanya dibatasi, namun diberi pembatas plastik mika.  

“Misal mejanya tempat erja biasa idisi 100, sekarang dikurangi hingga 40- 50 persen. Sisanya mereka work from home,” kata Hendy menjelaskan.

Selain itu jam kerja mulai 7.30  hingga 15.00 WIB termasuk penyemprotan disinfektan di kantor masing-masing  dinas sebelum pulang kerja.

Tercatat hasil tes gelombang dua di lingkungan Pemkot Semarang ada sekitar 20 ASN positif Covid-19. 10 di antaranya pejabat struktural. ASN yang positif dikarantina mandiri di rumah dinas wali kota dan balai diklat yang selama ini dijadikan tempat karantina selama pandemi Covid-19.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here