BERBAGI
Seorang ustazah Pondok Tahfidh Yanbu'ul Qur'an 2 Muria (PTPYQ2M) mengikuti rapid test, Sabtu 20 Juni 2020. Rapid test ini dilakukan untuk menyambut para santri yang akan kembali belajar di pondok pesantren. (dok)
Seorang ustazah Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 2 Muria (PTPYQ2M) mengikuti rapid test, Sabtu 20 Juni 2020. Rapid test ini dilakukan untuk menyambut para santri yang akan kembali belajar di pondok pesantren. (dok)

Serat.id- Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 2 Muria (PTPYQ2M) telah melaksanakan rapid test untuk karyawan dan civitas akademika. Langkah tersebut menyusul para santri yang akan kembali belajar di pondok pesantren.

Rapid test berlangsung selama 2 hari, mulai 19-20 Juni 2020. Hasilnya, semuanya dinyatakan nonreaktif.

Baca juga: Dewan Temukan banyak Siswa di Jateng Gagal Daftar PPDB, Ini Penyebabnya

“Hasil tes rapid selama 2 hari di pondok ini secara keseluruhan nonreaktif. Meski begitu harus tetap waspada, jaga jarak dengan siapapun, dan jaga diri di manapun berada,” kata Kepala Puskesmas Rejosari, Dawe, Kudus, Heni Febriana, SKM, M.Kes saat meninjau pelaksanaan rapid test, Minggu (20/6/2020).

Heni menegaskan agar protokol kesehatan terus diterapkan. Terlebih ketika para santri putri sudah kembali ke pondok. Jaga jarak harus diperketat.
Ia juga meminta agar kontak fisik antara santri dan ustazah ditiadakan untuk sementara waktu.

“Kalau biasanya santri bersalaman dan cium tangan sama ustazah untuk saat ini lebih baik tidak usah dulu. Selalu gunakan masker dan sering cuci tangan” terangnya.

Heni mengimbau, jika ada temuan gejala- gejala yang kurang sehat, seperti batuk pilek, segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat. Juga berkonsultasi dengan ahli kesehatan.

Adapun pelaksanaan rapid test di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an 2 Muria melibatkan 6 tenaga medis. Mereka yaitu dr Kristina P, Khayatun, S.Kep, Adi Sis P, S.Kep, Setyo Sri W, S.S.T.Kep, Harsini, Amd. AK, Novi Luthfiana Amd.

Koordinator UKS PTPYQ2M Siti Nur Khayati, A.Md.Keb mengatakan, pelaksanaan rapid test tersebut sebagai upaya deteksi dini terhadap covid-19 di lingkungan pondok pesantren.

“Ketika hasil menunjukkan nonreaktif maka tetap harus tetap waspada. Terlebih pada orang tanpa gejala (OTG),” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here