BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Kebiasaan baru itu berupa pola hidup yang mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19

Serat.id – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Jawa Tengah mengajak masyarakat membiasakan diri dengan gaya hidup baru. Kebiasaan baru itu berupa pola hidup yang mengedepankan protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona jenis baru atau Covid-19.

“Karena kemunculan istilah new normal, menjadikan beberapa pihak berpikiran ancaman Covid-19 ini sudah selesai,” ujar Ketua LPBI PBNU M Ali Yusuf, Minggu 21 Juni 2020 malam.

Baca juga : Masyarakat Jateng dinilai Tak Siap Hadapi New Normal

Live Streaming: Penerapan Normal Baru (New Normal), Antisipasi Dampak Sosial & Kesehatan Jiwa

New Normal di Pesantren, Gus Machin : Mohon Puskesmas Fasilitasi Kesehatan Santri

Kondisi itu, kata Yusuf, menjadi alasan NU meluruskan kepada masyarakat Jawa Tengah yang diakui  sebagian besar  warga adalah Nahdliyin. 

“Harus terus dikembangkan soal protokol kesehatan ini. Karena ada semacam perubahan perilaku yang nanggung. Misalnya, sebelumnya masker cukup tabu, kalau tidak sakit, tidak memakai. Jaga jarak, dan sebagainya,” kata Ali Yusuf menambahkan.

Menurut Yusuf, meski Covid-19 belum berakhir, masyarakat harus diajak produktif, agar semua sektor tidak berantakan. Ia juga mengajak umat yang beraktivitas tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Sementara Ketua LPBI NU Kebumen, Mukhsinun mengatakan, keterlibatan jajarannya dalam penanganan Covid-19 terus berlanjut. Mulai dari terlibat penanganan korban meninggal akibat Covid-19, hingga bantuan masker, sembako bagi masyarakat, hingga membuka dapur umum.

“Soal adaptasi kebiasaan baru di masyarakat juga terus kita gaungkan. Apalagi di Kebumen sempat dinyatakan nol kasus. Tapi beberapa jam kemudian muncul lagi,” kata Mukhsinun.

Dia tak memungkiri, semenjak muncul istilah new normal malah banyak yang tak patuh. Hal itu menjadi alasan dia memberikan informasi kepada masyarakat. “Sehingga semua tetap produktif namun tidak mengabaikan protokol kesehatan,” kata Mukhsinun menegaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here