BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

“Mayoritas mereka sudah hamil duluan, karena tidak cukup umur akhirnya mereka minta dispensasi umur,”

Serat.id – Selama masa pendemi Covid-19 ratusan pasangan minta dispensasi umur sebagai syarat kawin ke Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Kota Semarang. Mayoritas pasangan tersebut sudah terlanjur hamil duluan.

“Mayoritas mereka sudah hamil duluan, karena tidak cukup umur akhirnya mereka minta dispensasi umur,” jelas Panitera Muda Hukum PA Kota Semarang, Saefudin, Rabu 8 Juli 2020.

Baca juga : Spirit Kartini Menentang Pernikahan Anak

Ingin Gelar Pernikahan Saat Pandemi ? Ini Pesan Pemkot Semarang

Sulitnya Menikah Beda Agama di Indonesia

Saefudin mengatakan, jumlah pasangan yang meminta dispensasi umur sebanyak 105 pasangan. Permohonan tersebut sudah diajukan sepanjang bulan Januari hingga Juni 2020.

“Selama bulan Januari dan Juni lonjakannya memang banyak. Angka tersebut merupakan pasangan yang sudah mendaftar,” kata Saefudin menambahkan .

Menurut dia tak sedikit juga pasangan yang telah melahirkan duluan di luar nikah. Namun ada juga yang belum hamil dan salah satu pasangan meminta dinikahi karena sudah pernah berhubungan badan.

Berdasarkan data yang ia dapatkan, pendaftaran dispensasi umur untuk kawin memang melonjak. Permintaan dispensasi umur tertinggi terjadi pada bulan Januari sebanyak 31 kasus, Febuari 19 kasus, Maret 17 kasus, Mei 8 kasus dan Juni 16 kasus.

“Enam bulan terakhir terjadi lonjakan, namun paling tinggi pada bulan Januari,” katanya.

Saefudin menjelaskan, dispensasi kawin ini semakin meningkat setelah UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan direvisi menjadi UU Nomor 16 Tahun 2019. UU tersebut mengatur batas minimal usia menikah.

Semula batas usia perkawinan untuk laki-laki adalah 19 tahun dan perempuan 16 tahun. Namun, sejak ada pembaruan UU, baik laki-laki maupun perempuan harus berusia 19 tahun. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here